Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi IHSG
Dream - Kembalinya dana asing memancing aksi belanja pelaku pasar. Perebutan saham di sektor barang konsumsi dan industri aneka membawa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus level 5.200.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesa (ISSI) ditutup menguat 2,636 poin (1,58%) ke level 167,79.
Sepanjang perdagangan, ISSI melaju nyaman di zona hijau. ISSI bahkan hanya menyentuh posisi terendah di zona hijau di level 167,223.
Aksi beli pelaku pasar mendorong 110 emiten syariah kembali mencetak kenaikan harga. Sedangkan 84 emiten ISSI lainnya masih belum bisa keluar dari tekanan dan 50 lainnya memilih melaju stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini melibatkan 32,47 miliar saham bernilai Rp 3,97 triliun.
Penutupan di zona positif juga berhasil dicetak indeks saham bluechips syariah. Meski sempat tergelincir ke zona merah, Jakarta Islamic Index (JII) akhirnya menutup perdagangan dengan menguat 13,484 poin (1,96%) ke level 702,101.
Sebanyak 20 emiten keping biru syariah mantap melaju ke zona hijau. Namun masih ada 8 emiten, sebagian besar emiten komoditas dan industri dasar, yang melaju lemah.
Pelaku pasar mentransaksikan tak kurang 8,17 miliar saham senilai Rp 2,78 triliun.
Saham UNVR dan ICBP mencetak kenaikan harga signifikan usai menguat masing-masing Rp 1.750 dan Rp 1.100 per saham.
Top gainer emiten bluechip lainnya adalah PTBA yang menguat Rp 425, ASII Rp 225, dan MNCN Rp 170 per saham.
Secara umum, bursa saham Indonesia sore ini memang didominasi keceriaan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat 49,176 poin (0,95%) ke level 5.215,266.
Perputaran uang pemodal di lantai bursa tercatat mencapai Rp 6,11 triliun dengan 50,77 miliar saham yang diperdagangkan.
Pemodal asing yang selama 7 hari terakhir melepas portofolionya juga mulai kembali mengoleksi saham emiten di BEI. Asing mencetak nett buy Rp 218,08 miliar.
Laju IHSG sepanjang hari ini memang tak sepenuhnya mulus di teritori positif. IHSG sempat lengser ke zona merah ke level terendah 5.164,30. Beruntung aksi beli di sesi kedua menyelamatkan laju IHSG.
Emiten di sektor industri aneka menjadi buruan pelaku pasar dengan mencetak kenaikan 2,64 persen. Indeks sektoral lain yang naik tinggi adalah barang konsumsi 2,36 persen, manufaktur 1,83 persen, dan perdagangan 1,69 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya