Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Setelah seharian bergerak cenderung flat, aksi beli investor akhirnya melontarkan indeks acuan saham syariah ke zona hijau. Emiten tambang dan perdagangan menjadi motor gerak bursa saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 20 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berbalik menguat 1,178 poin (0,71%) ke level 167,154.
laju ISSI memang sempat membuat pelaku pasar khawatir setelah kembali tertekan aksi jual dan menembus zona merah. Padahal ISSI dibuka menguat di level 166,220.
Kenaikan ISSI terjadi di tengah dominasi pelemahan harga saham dari 102 emiten syariah. ISSI tampaknya sudah cukup kuat masuk zona hijau dengan dukungan dari 67 emiten syariah.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini terbilang normal. Investor memperdagangkan tak kurang 35,40 miliar saham senilai Rp 3,98 triliun.
Penutupan di zona positif juga dicapai indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini ditutup menguat 6,978 poin (1,02%) ke level 688,617.
Dominasi emiten yang bergerak menguat terlihat di papan perdagangan saham unggulan syariah. Tercatat 23 emiten blechips syariah melaju di zona hijau sedangkan 4 lainnya masih tertekan aksi jual.
Sebanyak 7,76 miliar saham diperdagangkan pelaku pasar sepanjang hari ini. Aksi jual beli ini menciptakan perputaran dana Rp 2,72 triliun di lantai bursa.
Sama dengan ISSI, laju positif JII juga dicapai dengan susah payah. Sempat bergerak flat bahkan melemah ke level 679,591, JII akhirnya terselamatkan aksi beli jelang penutupan perdagangan.
Secara umum, bursa saham Indonesia kali ini memang terselamatkan aksi beli pemodal jelang penutupan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 13,997 poin (0,27%) ke level 5.166,090.
Lantai bursa Indonesia diguyur dana tak kurang dari Rp 6,26 triliun dengan 59,12 miliar saham yang diperdagangkan para pialang.
Emiten sektor pertambangan dan perdagangan memimpin kenaikan indeks sektoral masing-masing 1,35 persen dan 1,17 persen. Sementara emiten pertanian dan keuangan justru tergerus aksi jual dan melemah 1,16 persen dan 0,23 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya