Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi
Dream - Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's memberikan lampu kuning pada aktivitas penerbitan surat utang syariah (Sukuk). Berkurangnya kepercayaan pasar negara berkembang dan turunnya harga minyak dituding bakal menurunkan penerbitan sukuk global.
S&P memperkirakan penerbitan sukuk pada tahun ini hanya akan berkisar pada angka US$ 100 miliar sampai US$ 115 miliar. Angka ini tak bergerak banyak selama dua tahun terakhir.
Sukuk korporasi dan berdenominasi mata uang asing merupakan produk surat utang syariah paling banyak diterbitkan. Sebagian besar penerbitan sukuk ditujukan untuk membiayai proyek.
" Kemungkinan perlambatan pertumbuhan di Malaysia dan Negara Kawasan Teluk (GCC), akan menghantam permintaan dan pasokan produk keuangan Islami," ujar S&P dalam keterangannya seperti dikutip Dream dari laman thenational.ae, Selasa, 20 Januari 2015.
Koreksi harga minyak diyakini bakal berdampak pada kekuatan bank-bank di kawasan Teluk. Padahal sebelumnya, aset keuangan syariah di kawasan ini telah melambat.
Naiknya suku bunga Amerika Serikat diperkirakan bakal mengurangi likuditas global. Lebih jauh, kondisi ini akan mengurangi permintaan sukuk.
Analis lain justru berpandangan berbeda. Turunnya harga minyak dunia malah akan membuat penerbitan sukuk makin marak.
Bahrain dan Oman kemungkinan besar akan menerbitkan sukuk seiring turunnya harga minyak dunia. Kondisi ini beriringan dengan turunnya cadangan devisa dan rencana belanja yang membengkak.
Tunisia direncananya menerbitkan sukuk senilai US$ 500 juta pada kuartal ketiga tahun ini. Sementara Nigeria, Korea, Mesi, Meksiko, Kazhastan, Kenya, Filipina, dan Thailand telah menyatakan minatnya menerbitkan Sukuk.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
