Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Permintaan industri keuangan Islami terhadap profesional yang mengerti bisnis syariah semakin besar. Hal ini muncul seiring meningkatnya kesadaran investor di seluruh dunia khususnya di negara non muslim.
Pada 2014, Inggris mendeklarasikan diri sebagai negara non muslim Eropa pertama yang menerbitkan surat utang syariah. Menyusu Hong Kong, Afrika Selatan, dan Luxemburg.
Selain negara, sejumlah perusahaan besar dunia juga mulai melirik produk keuangan syariah ini. Goldman Sach Bank of Tokyo-Mitsubishi dan Société Générale adalah sedikit dari contohnya.
Managing Director dari Lembaga Pelatihan dan Konsultan Dubai, PROGRESS, Nada Saeed, meski menganut prinsip syariah dan tak mengikuti model keuangan tradisional, sistem ini mampu menarik minat Hong Kong yang menerbitkan sukuk US$ 1 miliar.
" Dua per tiga dari investor datang dari negara di luar dunia muslim," katanya mengutip laman Zawya, Selasa, 20 Januari 2015.
Fakta ini secara jelas menunjukan jika struktur dan proporsi nilai produk menjadi daya tarik tak hanya investor muslim tapi juga non muslim.
Nada mengungkapkan kebutuhan profesional syariah terlatih tak hanya datang dari negara-negara Timur Tengah. Fenomena ini justru telah mendunia dan terjadi hampir di setiap negara.
Seperti diketahui, bisnis syariah di dunia memang tengah berkembang pesat. Tak hanya di sektor keuangan, investor juga mulai melirik bisnis makanan halal, fashion dunia muslim, hingga farmasi halal. (Baca: Gurihnya Bisnis Syariah)
Belum lama ini, laporan terbaru dari Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) bekerja sama dengan Thomson Reuters dan DinarStandard bertajuk State of the Global Islamic Economy (SGIE) for 2014-15, mengungkapkan data terbaru bisnis syariah dunia
Alokasi belanja konsumen muslim dunia terhadap makanan dan gaya hidup tumbuh 9,5 persen pada tahun lalu. Diperkirakan, penduduk muslim dunia telah menguras uang hingga US$ 2 triliun.
Pertumbuhan belanja konsumen muslim dunia tak berhenti disitu. Diperkirakan dalam empat tahun ke depan, pengeluaran konsumen muslim akan menguras kocek lebih dalam. Ditaksir lebih dari US$ 3,7 triliun akan dikeluarkan pada 2019 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 10,8 persen per tahun. (Baca: Infografis: Gurita Bisnis Syariah Dunia)
Tak heran bila pasar negara muslim tengah jadi target. Kini giliran para pebisnis dunia online atau e-commerce yang ramai-ramai menyasar pangsa pasar gaya hidup muslim yang terus tumbuh signifikan.
Dari perjalanan wisata hingga ke portal belanja, pengusaha online terus berusaha menangkap peluang dari gaya hidup muslim. Selain makanan halal, gaya hidup muslim telah berkembang ke bidang-bidang lain seperti pariwisata, fashion dan kartu kredit.
Kecuali makanan, sekitar 1,6 miliar muslim bersedia untuk membeli sebagian besar barang dan jasa dari pasar konvensional. Namun mereka juga berharap ada perluasan area produk yang sesuai dengan prinsip agama Islam.
Berita Bisnis Syariah Lainnya:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya