Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Para pencari kerja harus bersiap dengan persaingan ekstra ketat dalam lima tahun ke depan. Alasannya, jumlah pengangguran di dunia diperkirakan bakal bertambah 11 juta orang.
Perlambatan dan guncangan ekonomi dalam lima tahun ke depan dikhawatirkan akan membuat 212 juta penduduk dunia tak bekerja. Jumlah ini meningkat dari posisi saat ini sebanyak 201 juta orang.
" Pertumbuhan ekonomi dunia terus tumbuh dengan laju melambat dan kondisi ini jelas memiliki dampak," kata Kepala Organisasi Buruh Dunia (ILO), Guy Ryder di Jenewa seperti dikutip Dream dari laman Arabnews, Rabu, 21 Januari 2015.
Data ILO menunjukan gap pekerjaan dunia sejak munculnya krisis masih bertahan di level 61 juta. Kondisi ini mulai terjadi sejak dunia dilanda krisis keuangan pada 2008.
Laporan terbaru The ILO World Employment and Social Outlook — Trends 2015 memperkirakan dunia setidaknya harus membuka lowongan 280 juta untuk menutup gap tenaga kerja yang terjadi sejak krisis tersebut.
" Artinya, tugas menciptakan pekerjaan baru jauh dari kata selesai dan tidak ada ruangan untuk berpuas diri," tegas Ryder.
Data tenaga kerja di Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris memang telah mulai membaik. Namun kondisi di negara berkembang Eropa justru memburuk. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya