Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Ilustrasi (www.ekokusnur.com)
Dream - Arab Saudi pelan-pelan mulai melihat gelombang jamaah umroh sebagai bisnis yang menggiurkan. Pemikiran ini juga sejalan dengan ambisi negara kerajaan itu menggenjot sektor pariwisata.
Pangeran Sultan bin Salman, ketua Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Purbakala (SCTA), mengakui institusinya memang berencana meluncurkan program " Umrah-Plus Pariwisata" dalam waktu dekat.
Selain ibadah, program ini dirancang mengarahkan jamaah umrah untuk mengunjungi tempat wisata, situs sejarah dan museum.
Pangeran Salman yakin program baru ini akan berdampak besar dalam mengubah persepsi haji dan umrah terkait situs sejarah di negerinya.
Program ini juga mengincar sekaligus target meningkatkan ekonomi Kerajaan.
Rencana sang pangeran tampaknya akan segera terealisasi. Buktinya, Pangeran Sultan telah menandatangani kesepakatan dengan Pengurus Dua Masjid Suci untuk memajukan kerja sama dua organisai itu dalam menjaga warisan Islam.
" Tujuan kami adalah menjaga dan mempromosikan budaya dan warisan Islam dan Muslim," kata ketua SCTA.
Menurut Pangeran Sultan, peninggalan bersejarah sangat penting dan mampu menunjukkan kebesaran warisan Arab Saudi dan kontribusinya terhadap peradaban manusia selama berabad-abad yang lalu.
Program Umrah-Plus Pariwisata ditargetkan mampu menarik wisatawan dari 65 negara. Imbasnya, Saudi akan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja bagi warganya.
Program baru kerajaan ini langsung mendapat respon positif kalangan pebisnis tarvel Saudi. Abdul Shukoor Ali, seorang eksekutif bisnis pariwisata, menilai Umrah-Plus akan meningkatkan jumlah jamaah yang mengunjungi Saudi dan memperkuat perekonomian negara.
" Saat jamaah hanya mengunjungi Mekah dan Madinah. Program baru ini akan memungkinkan mereka untuk mengunjungi tempat-tempat lain seperti Madain Saleh, Madain Shuaib, Haqel, Abha dan Taif. Kami berharap layanan ini akan tersedia bagi jamaah dari seluruh negara," kata Ali.
Menurut Ali, sektor pariwisata Saudi sebetulnya memiliki potensi menjadi yang terbesar kedua di sektor pendapatan produktif setelah minyak. (Ism)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
