Saudi Tetapkan RI Daftar Merah Covid-19, Warga yang Melanggar Dicekal 3 Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 28 Juli 2021 19:01
Saudi Tetapkan RI Daftar Merah Covid-19, Warga yang Melanggar Dicekal 3 Tahun
Warga Saudi yang kedapatan tetap bepergian ke daftar merah Covid-19 bakal dilarang ke luar negeri selama 3 tahun.

Dream - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan larangan bagi warganya bepergian ke sejumlah negara yang ditetapkan dalam daftar merah. Salah satunya adalah Indonesia.

Bagi warganya yang masih nekat, Saudi telah menyiapkan sanksi tegas mulai dari pemrosesan hukum dan pencekalan (travel ban) ke luar negeri.

" Siapapun yang terbukti terlibat (bepergian) akan dikenai pertanggunjawaban dan dihukum berat sekembalinya mereka dan akan dilarang bepergian selama tiga tahun," demikian pengumuman Kemendagri Saudi.

Pengumuman ini dikeluarkan mengingat tingginya lonjakan kasus Covid-19. Indonesia dimasukkan dalam daftar merah negara tujuan bepergian oleh Saudi.

Sejumlah negara lain yang juga masuk daftar ini seperti Afghanistan, Argentina, Brasil, Mesir, Ethiopia, India, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

 

1 dari 4 halaman

Khawatir Lonjakan Covid-19 Akibat Kasus Impor

Warga Saudi dilarang bepergian ke Indonesia karena kekhawatiran virus corona. Warga Saudi yang saat ini berada di negara Asia telah diminta berhati-hati dan menjauh dari daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi.

Saudi mengkonfirmasi 10 kematian baru terkait Covid-19 pada Selasa, meningkatkan jumlah total kematian menjadi 8.189. Kementerian Kesehatan Saudi mengkonfirmasi 1.379 kasus baru dalam 24 jam sebelumnya, yang berarti 520.774 orang kini telah tertular penyakit tersebut.

Dari total kasus tersebut, 11.136 masih aktif dan 1.419 dalam kondisi kritis. Menurut kementerian, jumlah kasus tertinggi tercatat di ibukota Riyadh dengan 273, diikuti oleh Mekah dengan 242, Provinsi Timur dengan 224, Asir tercatat 154, dan Jazan mengkonfirmasi 117 kasus.

Kemenkes Saudi juga mengumumkan 1.021 pasien telah pulih dari Covid-19. Sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 501.449.

Kementerian memperbarui seruannya pada masyarakat untuk mendaftar untuk menerima vaksin, dan mematuhi langkah-langkah dan mematuhi instruksi, dikutip dari Arab News.

2 dari 4 halaman

Saudi Larang Warganya Bepergian ke Indonesia

Dream - Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melarang warganya bepergian ke Indonesia di tengah kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19. Larangan ini mulai berlaku Rabu, 21 Juli 2021, di tengah berjalannya prosesi haji.

Kementerian menyatakan langkah itu diambil untuk memastikan keselamatan warga karena lonjakan kasus Covid-19 yang diperparah oleh varian delta. Pembatasan akan berlanjut sampai situasi stabil.

Warga Saudi yang saat ini berada di Indonesia telah diberitahu untuk berhati-hati. Mereka diminta menjauh dari daerah dengan tingkat infeksi tinggi, terus menerapkan tindakan pencegahan dan kembali ke Kerajaan secepat mungkin.

Saat ini, jemaah haji tahun ini sedang menyelesaikan seluruh tahapan ibadah mereka di bawah langkah-langkah kesehatan yang ketat. Kementerian Kesehatan Saudi menyatakan sejauh ini tidak ada kasus infeksi Covid-19 di antara para jemaah haji.

Sementara itu, Kemenkes Saudi terus memberikan vaksin Covid-19 selama Libur Idul Fitri di pusat-pusat vaksinasi, sebagai bagian dari kampanye imunisasi masyarakat. Lebih dari 23,3 juta dosis telah diberikan di seluruh Kerajaan, dengan lebih dari 1,4 juta warga lanjut usia atau penduduk telah divaksinasi Covid-19.

3 dari 4 halaman

Kondisi Covid-19 Terkini di Saudi

Pada Rabu kemarin, Kemenkes Saudi melaporkan 1.142 kasus yang dikonfirmasi, dengan 10.905 kasus masih aktif dan 1.374 dalam kondisi kritis. Kasus terbaru membawa jumlah keseluruhan infeksi menjadi 513.284.

Wilayah Riyadh melaporkan jumlah kasus tertinggi dengan 302, diikuti Mekah dengan 188, Provinsi Timur dengan 176 dan wilayah Asir dengan 143.

Selain itu, 1.024 pasien telah pulih dari penyakit ini, sehingga jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 494.264. Kementerian juga melaporkan 12 kematian akibat Covid-19 sehingga totalnya menjadi 8.115.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan lebih dari 24 juta tes polimerase chain reaction (PCR). Sedangkan selama 24 jam terakhir tes sudah dijalankan sebanyak 86 ribu kali.

 

4 dari 4 halaman

Gencarkan Testing dan Vaksinasi

Pusat testing dan pusat perawatan yang didirikan di seluruh negeri telah menangani ratusan ribu orang sejak pecahnya pandemi. Di antaranya, pusat Taakad menyediakan tes Covid-19 bagi mereka yang tidak menunjukkan gejala atau hanya gejala ringan atau percaya telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi.

Klinik Tetamman menawarkan pengobatan dan saran bagi mereka yang memiliki gejala virus seperti demam, kehilangan rasa dan penciuman, dan kesulitan bernapas. Janji temu untuk kedua layanan dapat dilakukan melalui aplikasi Sehhaty kementerian.

Kemenkes juga meminta warga dan ekspatriat di Kerajaan untuk mengambil vaksin yang tersedia di pusat vaksinasi di seluruh negeri. Mulai 1 Agustus, hanya orang yang divaksinasi lengkap yang diizinkan memasuki ruang publik di Arab Saudi, termasuk mal, restoran, toko, dan pasar.

Pengunjung ke tempat-tempat umum ini harus menunjukkan bukti vaksinasi saat masuk. Kemenkes terus mengimbau semua orang untuk mematuhi langkah-langkah pencegahan untuk membatasi penyebaran virus mengingat penyebaran global varian delta baru, dikutip dari Arab News.

Beri Komentar