6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Lokasi Ledakan Di Komplek Pemakaman Non-Muslim Bersejarah Jeddah, Khawajat (Al Ekhbariya)
Dream - Sebuah bom meledak di komplek pemakaman non-Muslim, Khawajat, yang terletak di Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020.
Insiden tersebut berlangsung saat pelaksanaan Peringatan Gencatan Senjata Perang Dunia I yang dihadiri para diplomat asing.
Sedikitnya dua orang menjadi korban dalam insiden yang terjadi ketika Konsul Prancis berpidato dalam peringatan itu. Satu orang polisi Saudi dan seorang pegawai konsulat Yunani yang tinggal di Saudi mengalami luka ringan
Pasukan keamanan Saudi segera menutup akses jalan menuju komplek pemakaman tersebut. Investigasi langsung dijalankan dan kepolisian Saudi melakukan pengejaran pelaku.
Salah satu saksi mata, Nadya Chaaya, mengaku mendengar bunyi ledakan ketika pidato dari Konsul Prancis akan selesai.
Dia sempat tidak paham apa yang terjadi namun sesaat kemudian tersadar seluruh hadirin di acara tersebut menjadi target ledakan.
" Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua," ujar Chaaya.
Otoritas Mekah menyatakan serangan tersebut sebagai tindakan pengecut dan gagal. Sementara otoritas keamanan menyatakan investigasi atas ledakan pada acara yang digelar Konsul Prancis sedang berjalan.
Khawajat merupakan komplek pemakaman non-Muslim bersejarah yang terletak di selatan pusat kota Jeddah. Pemakaman ini dikelola oleh kantor konsulat negara-negara barat secara bergantian setiap tahunnya.
" Upacara tahunan mengenang berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, yang diikuti sejumlah konsulat, termasuk Prancis, menjadi target serangan IED pagi ini, yang melukai sejumlah orang," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Prancis.
" Kedutaan besar yang terlibat dalam peringatan itu mengutuk mengutuk serangan pengecut ini, yang sama sekali tidak bisa dibenarkan," lanjut pernyataan tersebut.
" Serangan pada orang yang tidak bersalah seperti ini memalukan dan sepenuhnya tanpa pembenaran," demikian pernyataan bersama dari lima kedubes asing yang hadir dalam peringatan tersebut, terdiri dari Prancis, Italia, Inggris, Yunani dan Amerika Serikat.
Kedutaan Prancis mendesak warganya di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul insiden penikaman yang dialami salah satu penjaga keamanan Konsulat Prancis di Jeddah pada 29 Oktober 2020.
Insiden ini terjadi di hari yang sama dengan teror penusukan yang menewaskan tiga orang di sebuah gereja di Nice, Prancis.
Sumber: Arab News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
