Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Presiden AS Terpilih, Joe Biden (Shutterstock.com)
Dream - Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden, segera membuat gerakan untuk menangani Covid-19. Dia mengumumkan telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan 13 orang anggota yang terdiri dari para pakar.
Meski belum resmi menjabat sebagai presiden, gerakan cepat dilakukan Biden mengingat kasus Covid-19 di AS sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini, total kasus Covid-19 di AS tercatat lebih dari 10 juta.
" Kita bisa menyelamatkan 10 ribu nyawa jika setiap orang mau memakai masker untuk beberapa bulan ke depan. Tak hanya nyawa pendukung Demokrat maupun Republik. Nyawa rakyat Amerika," ujar Biden, di Wilmington, Delaware.
Biden bersama Kamala Harris, wakil presiden terpilih, mengadakan pertemuan konsultasi dengan ilmuwah dan pakar kesehatan di Wilmington. Para ilmuwan dan pakar tersebut merupakan sosok yang akan tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 AS.
Biden juga meminta masyarakat untuk tidak lagi abai dan mulai patuh menerapkan protokol kesehatan. Dia berharap semua orang mau pakai masker demi diri sendiri maupun orang lain.
" Jadi tolong, saya memohon dengan sangat kepada Anda semua, pakai masker. Lakukan demi diri Anda sendiri. Lakukan demi tetangga Anda. Masker bukan pernyataan politis, tapi cara yang baik untuk mulai menggerakkan negara bersama-sama," kata Biden.
Satgas ini mulai aktif bekerja beberapa saat usai Biden dilantik. Mereka akan membuat cetak biru penanganan Covid-19 yang akan menjadi acuan pemerintahan Biden.
Tim ini dipimpin bersama oleh eks Komisioner Badan pengawan Obat dan Makanan AS (FDA), David Kessler, Ahli Bedah Umum Vivek Murthy, serta profesor di Universitas Yale, Marcella Nunez-Smith.
Sedangkan anggota Satgas ini terdiri dari Virolog Rick Bright, yang pernah dipecat Presiden Donald Trump dari jabatan pimpinan Biomedical Advanced Research and Developmet Authority. Juga terdapat beberapa pejabat era Presiden Barack Obama seperti Ahli Onkologi Ezekiel Emanuel dan eks Anggota Dewan Keamanan Nasional AS, Luciana Borio.
AS mencatat jumlah kasus Covid-19 sebanyak 10 ribu dalam beberapa hari terakhir. Total kasus infeksi di AS saat ini sudah di atas 10 juta.
Sumber: Deutsche Welle
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?