Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim
Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, mengatakan, para siswa yang mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran jarak jauh boleh belajar di sekolah. Syaratnya, mereka berada di daerah yang sudah ditetapkan sebagai zona hijau dan kuning.
" Untuk zona hijau dan kuning sudah diperbolehkan tatap muka, tapi semua keputusannya itu ada di komite sekolah, kepala sekolah, dan kepala dinas," ujar Nadiem, dikutip dari Merdeka.com.
Saat kunjungan ke Kabupaten Rote Ndao, Nadiem mengatakan meski sudah dibolehkan tatap muka, aktivitas belajar di sekolah sifatnya bukan wajib. Aktivitas ini bisa dijalankan jika orangtua sudah mengizinkan anaknya kembali ke sekolah serta harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Untuk tingkat SMA, mata pelajaran praktik boleh dilaksanakan secara tatap muka. Tetapi, ketentuan tersebut akan diputuskan oleh pemerintah daerah.
" Jadi, keputusannya ada di daerah bukan di pusat," kata Nadiem.
Nadiem mengakui punya kekhawatiran pada perkembangan pendidikan formal jika tidak bisa dijalankan secara tatap muka. Terutama kepada para siswa yang tidak punya akses untuk bisa mengikuti pendidikan jarak jauh seperti tak punya ponsel atau jaringan yang tidak stabil.
" Saya khawatir mereka tidak bisa belajar apa-apa dan tertinggal," kata Nadiem.
Karena itulah, dia meminta para siswa yang tidak punya gawai untuk belajar di sekolah. Khususnya para siswa di kabupaten terpencil seperti Rote Ndao yang saat ini berstatus kuning.
Selanjutnya, Nadiem menjelaskan kewenangan menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) saat ini ada pada kepala sekolah. Baik untuk gaji guru honorer maupun untuk pembelian gawai yang akan dipinjamkan kepada siswa.
Kepala SKMN 1 Rote Barat, Julius Ndun, mengatakan sistem pembelajaran yang diterapkan intitusinya merupakan gabungan. Terkadang menggunakan sistem daring dan tatap muka.
" Kita sempat tatap muka namun pertengahan Oktober lalu ada instruksi dari dinas untuk kembali belajar di rumah," kata dia.
Julius mengatakan ketiadaan gawai merupakan salah satu persoalan yang dihadapi para siswa. Persoalan lainnya, jaringan internet belum merata sehingga ada daerah yang belum terjangkau internet.
" Solusinya siswa datang ke sekolah untuk mengambil tugas dan mengumpulkannya," kata dia.
Sumber: Merdeka.com/Fikri Faqih.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya