Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Menanggapi terbitnya Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menekankan perlunya pemerintah bersikap tidak hanya tanggap, tetapi juga aktif dalam upaya perlindungan masyarakat.
“ Peningkatan kasus COVID-19 di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hongkong harus menjadi alarm kewaspadaan bagi Indonesia. Meski kasus dalam negeri menurun, kita tidak boleh lengah,” ujar Netty dalam siaran persnya yang diterima Parlementaria, Selasa (3/6/2025).
Menurut Netty, langkah antisipatif yang tercantum dalam Surat Edaran Kemenkes patut mendapat apresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan di lapangan jauh lebih penting, terutama dalam memperkuat sistem deteksi dini, pelaporan kasus, dan edukasi publik.
“ Surat Edaran tidak cukup jika hanya berhenti di meja birokrasi. Perlu ada percepatan koordinasi lintas sektor hingga ke level fasilitas kesehatan terdepan di lapangan,” tegas politisi PKS ini.
Netty juga menekankan perlunya strategi komunikasi publik yang tepat agar masyarakat tetap waspada namun tidak panik.
“ Edukasi soal pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, penggunaan masker bagi yang sakit, serta kesadaran untuk segera memeriksakan diri jika bergejala, harus terus digencarkan. Jangan sampai masyarakat justru abai karena merasa pandemi sudah usai,” tambahnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah mulai memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, seperti bandara, pelabuhan, dan jalur keluar masuk warga. “ Mobilitas warga dari satu tempat ke tempat lain, dari luar negeri ke Indonesia, itu menjadi salah satu pintu penularan Covid-19," tegasnya.
Netty menambahkan bahwa kesiapan sistem layanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas, termasuk penyediaan fasilitas medis, tenaga kesehatan, serta alat pelindung diri (APD), terutama jika terjadi lonjakan kasus secara mendadak.
“ Kita sudah belajar banyak selama pandemi kemarin. Jangan sampai kita mengulang ketidaksiapan hanya karena terlalu percaya diri melihat tren penurunan,” tutup Netty.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya