Saudi Perpanjang Izin Tinggal dan Visa Bagi WNA

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 10 Juni 2021 07:01
Saudi Perpanjang Izin Tinggal dan Visa Bagi WNA
Perpanjangan diberlakukan tanpa pungutan apapun.

Dream - Arab Saudi memperpanjang izin tinggal bagi warga asing dari negara yang terkena larangan masuk hingga 31 Juli 2021. Fasilitas ini diberikan atas perintah langsung dari Raja Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Direktorat Jenderal Paspor Saudi menyatakan perpanjangan juga berlaku untuk visa keluar dan masuk bagi warga asing hingga 7 Juli. Ini berlaku untuk penduduk dari negara-negara yang masuk dalam daftar merah larangan bepergian karena pandemi Covid-19.

Visa akan diperpanjang secara otomatis dan segera berlaku. Sedangkan prosesnya digratiskan sepenuhnya.

Demikian pula dengan visa kunjungan warga asing yang terpaksa tinggal di Saudi turut diperpanjang hingga 7 Juli 2021. Sehingga mereka bisa tinggal sementara di Saudi sembari menunggu dibukanya kembali penerbangan internasional.

 

1 dari 4 halaman

Lab Swasta Ditutup

Direktorat Urusan Kesehatan di Riyadh telah melarang laboratorium medis swasta yang terakreditasi untuk melakukan tes Polimerase Chain Reaction (PCR) bagi mereka yang ingin bepergian ke luar Kerajaan.

Kementerian Kesehatan mengatakan telah mendeteksi sampel medis yang diangkut secara acak. Kemenkes Saudi menyita sejumlah sampel tes dan melakukan pelacakan digital.

Mereka mendapat banyak temuan pelanggaran. Seperti pengunggahan hasil tes negatif, padahal sampel belum sampai di laboratorium.

 

2 dari 4 halaman

Banyak Melanggar

Pelanggaran lainnya, banyak yang tidak mematuhi prosedur kehati-hatian yang diberlakukan untuk memerangi pandemi. Juga melakukan tes di banyak institusi medis yang mengakibatkan menerima lebih banyak sampel per hari daripada yang dapat diproses.

Kemenkes Saudi memperingatkan laboratorium dapat dikenai denda, penangguhan lisensi, larangan mendapatkan lisensi lain selama dua tahun, atau penutupan permanen, jika kedapatan melakukan pelanggaran.

Kementerian melakukan inspeksi fasilitas laboratorium secara berkala dan tidak terencana di semua wilayah Kerajaan setiap hari. Ini juga menanggapi semua laporan dan komunikasi atas dugaan pelanggaran yang diterima dari warga di nomor bebas pulsa 973, dikutip dari Arab News.

3 dari 4 halaman

Saudi Janji Umumkan Kepastian Haji 2021 dalam Hitungan Hari Lagi

Dream - Arab Saudi segera mengumumkan kepastian mengenai penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M dalam beberapa hari ke depan. Pengumuman akan dijalankan setelah pengkajian oleh Kerajaan Saudi dinyatakan selesai.

Menteri Media Saudi, Majid Al Qasabi, dalam konferensi pers yang digelar di Riyadh pada Minggu waktu setempat, mengatakan otoritas Saudi terus memantau perkembangan pandemi. Dia memastikan Menteri Urusan Haji dan Umroh akan segera membuat pengumunan terkait pelaksanaan haji yang dinanti muslim seluruh dunia.

Majid menegaskan, munculnya beragam varian Covid membuat evaluasi terkait ancaman bahaya penyebaran wabah ini menjadi sangat penting dan harus dilakukan secara hati-hati dan tepat.

" Kami tidak ingin haji tahun ini menjadi epicenter (pusat) penyebaran penyakit di Kerajaan maupun di dunia Islam," ujar Al Qasabi, dikutip dari Arab News.

Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi sudah bekerja keras untuk meningkatkan layanan di bidang haji dan umroh di tengah situasi pandemi yang luar biasa. Penyelenggaraan haji dan umroh dibuka kembali tahun lalu setelah pengembangan model yang aman, berfokus pada penggunaan teknologi modern dan penerapan prosedur digital untuk memberikan layanan terbaik bagi jemaah.

4 dari 4 halaman

Pengembangan Model Tata Kelola Umroh Aman Berbasis Teknologi

Model yang berfokus pada teknologi ini termasuk aplikasi Eatmarna, yang memungkinkan pengguna mengajukan izin (izin sholat, izin umroh, dan izin shalat arbain) di masjid Mekah dan Madinah.

Lebih dari 20 juta orang telah mendapat manfaat dari aplikasi ini dan lebih dari 30 ribu telah menggunakan layanan yang disediakan oleh pusat Inaya (perawatan) di dua kota suci tersebut.

Asisten Wakil Sekretaris Kementerian Haji dan Umroh untuk jemaah haji dan umroh, Hesham Abdulmonem Saeed, mengatakan model umroh yang aman bertujuan untuk melindungi orang-orang dengan mengelola kerumunan yang pergi ke Masjidil Haram melalui slot waktu yang dipesan.

Selain itu, meningkatkan layanan yang diberikan kepada para peziarah melalui penerapan teknik paling modern untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka.

Dia mencatat aplikasi Eatmarna yang dikembangkan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Artifisial Saudi (SDAIA) juga memverifikasi kesehatan pemohon izin. Sedangkan layanan kepada jemaah haji merupakan kerja sama yang melibatkan sektor publik, swasta, dan relawan.

" Ada kerja sama berkelanjutan antara Kementerian Haji dan Umroh, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Presidensi Umum Dua Masjid Suci dan semua otoritas terkait untuk membantu jemaah dan pengunjung melakukan haji dan umrah dengan mudah," kata Saeed.

Beri Komentar