7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ini kisah Phil Cutler, pendiri startup les privat bernama ‘Paper’ yang mampu membuat perusahaan dunia, seperti Google dan Softbank, tertarik untuk berinvestasi hingga perusahaannya saat ini bernilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp22 triliun.
“ Saya tidak pernah berpikir untuk membangun bisnis besar,” kata Cutler yang saat ini menjadi CEO Paper, dikutip dari CNBC International .
Apa yang menarik dari startup Paper ini?
Cutler rupanya mendirikan les-lesan itu berawal dari realita kehidupan sekolah yang dia lihat bahwa orang kaya seringkali lebih berprestasi karena lebih mampu membayar les.
“ Ide saya adalah, mari selesaikan masalah ini untuk siswa di sekolah tempat saya berafiliasi (dan) mencoba menyamakan kedudukan untuk mereka semua,” lanjut Cutler.
Dalam sebuah penelitian, les privat tercatat dapat membantu meningkatkan skor SAT sekitar 37 poin. Hal ini sangat berdampak bagi siswa yang melamar perguruan tinggi.
Cutler ingin membantu memecahkan masalah itu dengan mendirikan Paper, platform pembelajaran virtual yang berbasis di Montreal yang diluncurkannya pada tahun 2014 dengan tujuan membuat les privat lebih mudah diakses secara finansial.
Lebih dari 400 distrik sekolah di seluruh Amerika Utara pun menggunakan platform Paper. Kemudian lebih dari 3.000 tutor menawarkan bimbingan pribadi kepada siswa untuk semua jenis kursus dan semua tingkat kelas.
Layanan Paper tersedia 24 jam penuh, tanpa memungut biaya untuk anak-anak atau keluarga siswa, karena Paper dibayar oleh distrik sekolah, bukan siswa.
Ide awal mendirikan Paper, berawal dari Cutler yang masih menjadi mahasiswa dengan jurusan pendidikan dasar di Universitas McGill. Dia mengajar siswa lokal dan mengajar pengganti di sekolah Montreal.
Dari situlah dia mengetahui bahwa siswa yang lebih kaya sering kali berprestasi lebih baik di sekolah, bahkan sebelum mereka menyewa tutor privat.
“ Saya mulai menyadari saat berada di kelas bahwa 80% hingga 90% siswa benar-benar membutuhkan dukungan ekstra,” kata Cutler.
“ Mereka adalah orang-orang yang tidak mampu membayar US$50 per jam, dan benar-benar bisa memperoleh manfaat besar jika mendapatkan bantuan tambahan itu,” lanjutnya.
Setelah lulus kuliah pada tahun 2013, Cutler merekrut temannya, Roberto Cipriani yang sekarang menjadi COO dan salah satu pendiri Paper, untuk membantunya menemukan cara membangun platform bimbingan belajar yang “ sangat dapat diskalakan” dari segi biaya.
Tiga tahun kemudian, mereka mendapat pendanaan dari FounderFuel Real Ventures senilai US$1,6 juta.
Hingga pada tahun 2018, mereka mendapatkan kemitraan pertama mereka dengan sekolah umum, dimulai di Distrik Sekolah Terpadu Laguna Beach California Selatan dan berkembang ke Irvine, California di dekatnya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?