Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelanggan listrik pasti memiliki alat pengukur daya yang terpakai bernama meteran listrik atau kWh meter. Hampir kebanyakan pemilik rumah mungkin mengetahui alat ini hanya berfungsi untuk mengukur berapa daya listrik yang dipakai setiap hari dan diakumulasikan selama sebulan untuk menjadi tagihan.
Meski layanan listrik saat semakin canggih, peran meteran listrik tak pernah bisa dihilangkan. Saat ini kita mengenal kWh meter dengan sistem listrik prabayar (token).
Salah satu perbedaan dari model kwh meter ini adalah fungsi alarm yang otomatis berbunyi ketika sisa token sudah mencapai batas minimal.
Namun tahukah kamu, ternyata pengguna listrik prabayar juga dapat menyesuaikan alarm untuk batas minimal kWh. Caranya dengan memasukkan kode angka ke dalam token.
Tidak hanya menyesuaikan alarm, pengguna listrik prabayar juga bisa mengetahui apakah ada yang mencuri listrik melalui meteran Anda.
Sebagai informasi, ada beberapa merek meteran listrik prabayar yang banyak digunakan oleh masyarakat, di antaranya adalah Melcondia, Itron, Sanxing, Hexing. Berikut kode rahasia token untuk meteran Melcondia.
- Kode 123, merupakan kode untuk mengubah interval alarm meteran. Jika Anda ingin alarm berbunyi setiap 20 menit sekali, Anda bisa masukan angka 123 020 pada meteran Anda.
- Kode 69, merupakan kode untuk mengetahui berapa kali listrik tersebut padam.
- Kode 41, merupakan kode untuk mengecek daya listrik.
- Kode 47, merupakan kode untuk memeriksa arus listrik. Kode ini cocok untuk mengetahui ada tidaknya pihak tidak bertanggung jawab mencuri listrik Anda.

- Kode 456, kode untuk mengubah limit alarm. Sebagai contoh, Anda mengatur limitnya minimal rumah mejadi 5 KWH, maka Anda bisa menekan angka 456 05 pada meteran anda.
- Kode 59, kode untuk mengetahui berapa KWH terakhir.
- Kode 83, kode untuk mengetahui berapa konsumsi listrik bulan lalu.
- Kode 84, kode untuk mengetahui berapa konsumsi listrik yang digunakan 2 bulan terakhir.
- Kode 85, kode yang digunakan untuk mengetahui berapa konsumsi listrik 3 bulan terakhir.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya