Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Petugas Menunjukkan Barang Bukti Hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) Di Gedung KPK (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Dream - Tertangkap tangannya Bupati Bekasi, Neneng Hasanah dan pejabat Kabupaten Bekasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kontraktor Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) menggelar investigasi internal.
" PT MSU langsung melakukan investigasi internal yang independen dan obyektif untuk mengetahui apa sebenarnya fakta yang terjadi," kata Kuasa Hukum PT MSU, Denny Indrayana, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Oktober 2018.
Denny terkejut dengan munculnya kasus itu. Sebab, telah terjadi penyimpangan atas prinsip antikorupsi yang menjadi kebijakan perusahaan.
" Maka PT MSU tidak akan mentolerir, dan kami tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi dan tindakan tegas kepada oknum yang melakukan penyimpangan tersebut, sesuai ketentuan hukum kepegawaian yang berlaku," ujar dia.
Denny menyebut akan menghormati dan akan mendukung penuh proses hukum di KPK. PT MSU akan bertindak kooperatif membantu kerja KPK untuk mengungkap tuntas kasus dugaan suap tersebut.
Sebelumnya dikabarkan, KPK mengamankan sejumlah pejabat di lingkungan Kabupaten Bekasi. Total, KPK menangkap sembilan orang dalam kasus ini. (ism)
Selain Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, KPK juga menjerat Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.
Dari pihak swasta diamankan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro; Taryudi dan Fitra Djajaja Purnama selaku konsultan Lippo Group, serta Henry Jasmen pegawai Lippo Group.
Dilaporkan Liputan6.com, Neneng dan kawan-kawan diduga menerima hadiah atau bonus sebesar Rp13 miliar dari proyek Meikarta. Realisasi pemberian itu, hingga saat ini diduga mencapai Rp7 miliar.
Salah satu yang menyita perhatian dalam kasus ini yaitu penggunaan kode pelaku korupsi. Salah satu kode yang ramai dibicarakan publik yaitu Tina Toon.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, kode Tina Toon mengarah ke sosok pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi.
" Untuk kode Tina Toon, sudah terindentifikasi orang yang dimaksud, yaitu pejabat setingkat Kasi atau Kabid di Pemkab Bekasi," ujar Febri.
Selain Tina Toon, KPK juga menyebut kode suap dalam kasus ini antara lain, `melvin`, `windu`, dan `penyanyi`.
" Ada beberapa kode yang digunakan, kami sudah memecahkan kode tersebut meskipun tentu belum bisa disampaikan secara rinci saat ini. Intinya nama-nama pejabat di Pemkab yang berinteraksi terkait perizinan dan suap ini, diganti dengan kode-kode tertentu. Kami dua ini bagian dari upaya menyamarkan," kata Febri.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya