Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) Membukukan Laba Bersih Rp243 Miliar Pada Kuartal I 2019.
Dream - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) melaporkan perolehan laba bersih perusahaan pada kuartal I-2019 meningkat 100 persen. Tahun ini, anak usaha Bank Mandiri Tbk itu mencatat untung senilai Rp243 miliar.
Setahun sebelumnya, Mandiri Syariah melaporkan perolehan laba bersih mereka mencapai Rp121 miliar.
" Laba tumbuh 100 persen," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, di Jakarta, Rabu malam 8 Mei 2019.
Menurut Toni, pertumbuhan laba bersih ini ditopang dari kenaikan fee based income atau pendapatan berasal dari biaya (FBI) dan pendapatan laba bagi hasil. Dikatakan bahwa FBI naik 27 persen dan dari marjin bagi hasil 15 persen.
Untuk laba bersih akhir tahun, Toni optimistis angkanya bisa tembus Rp1,2 triliun. Angkanya naik 100 persen dari 2018 yang mencapai Rp605 miliar.
" Insya Allah," kata dia.
Toni melaporkan bisnis pembiayaan Mandiri Syariah pada kuartal I 2019 mencapai Rp69,4 triliun. Realisasi pembiayaan masih ditopang dari sektor consumer dan retail yang angkanya mencapai 60 persen. Sementara itu, sektor korporasi sebesar 40 persen.
Untuk segmen korporasi, pembiayaan disalurkan untuk infrastruktur darat, pelabuhan, infrastruktur udara, pendidikan, dan rumah sakit.
" Sampai akhir tahun (ditargetkan pembiayaan yang disalurkan mencapai) Rp75 triliun," kata dia.
Toni mengatakan perusahaan menekan rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) dari 3,97 persen menjadi 3,06 persen pada kuartal I 2019. Mandiri Syariah menggunakan strategi collect, restrukturisasi, dan penagihan untuk memperkecil angka NPF.
" Akhir tahun, ditargetkan angkanya 2,5 persen," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam