Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banyak Orang Mengagumi Cara Kerja Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Seperti yang kita tahu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, termasuk salah satu orang paling berpengaruh di Indonesia. Tak hanya di tingkat nasional, pesona Sri Mulyani juga dikagumi di dunia semenjak menyabet gelar satu menteri terbaik.
Selain pengaruh, sosok Sri Mulyani juga melekat di hati para pegawainya. Kamu pasti pernah ingat kala wanita penggemar bola voli itu terpaksa meninggalkan jabatannya karena menerima tawaran menjadi petinggi Bank Dunia.
Di depan para pegawai Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Sri Mulyani memberikan petuah tentang etos kerja yang harus ditampilkan personilnya.
“ Di dalam lingkungan kerja yang sama, muncul tokoh-tokoh yang menyikapi bahwa pekerjaan saya, cara saya bekerja, bagaimana saya menjalankan tugas, sesuatu yang saya sebut kewajiban, semuanya itu bisa dilakukan dengan cara yang berbeda, luar biasa,” tulis dia di akun Instagramnya, @smindrawati, Sabtu 24 Agustus 2019.
Dia mengatakan orang yang memiliki dedikasi, biasanya memiliki keunggulan di dalam diri, pikiran, hati, dan sikap. Bahkan, keunggulan itu juga terlihat dari caranya mengerjakan tugas.
Sri Mulyani menegaskan seorang tak harus menunjukan keistimewaannya saat mereka sudah berada di jabatan tertentu. Dia meyakini keunggulan tidak selalu harus berhubungan dengan struktur/tingkat jabatan.
“ Artinya untuk orang menjadi istimewa tidak harus menjadi Menteri Keuangan dulu baru keliatan bahwa anda itu istimewa, tidak harus menjadi Dirjen dulu atau Eselon I, II atau III dulu baru bisa lihat bahwa saya itu istimewa," ujarnya.
Sri Mulyani juga tak sependapat dengan keyakinan beberapa orang yang mengaku bisa menunjukan prestasi terbaik setelah mendapatkan kjabatan baru.
" ‘Kalau ibu mempromosikan saya di jabatan itu baru nanti kelihatan bahwa saya istimewa’. Jangan pernah mencari alasan seperti itu untuk dapat berprestasi dan bekerja secara luar biasa,” tulis Menkeu.
Indonesia selama ini dapat menjadi maju, lanjut Sri Mulyani, karena negara ini senantiasa bisa menemukan orang-orang yang bekerja dengan pikiran, hati, dan tekadnya untuk tak sekadar pekerja biasa.
Orang-orang luar biasanya ini biasanya memiliki tekad yang besar untuk tak hanya menjadi pekerja biasa.
View this post on Instagram
Warganet menyetujui apa yang diungkapkan oleh Sri Mulyani. Dikatakan bahwa pekerjaan yang dilakoni dengan sepenuh hati akan menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan pekerjaan yang asal digarap.
Memberikan kontribusi pun tak hanya dengan menjadi seorang pejabat.
“ Keren banget. Bekerja dengan hati, menghasilkan sesuatu yang beda dan luar biasa,” tulis @uripdodo.
“ Terima kasih ibu @smindrawati untuk postingan hari ini. Pembelajaran buat kami. ‘Bagaimana kami bisa menjadi istimewa, mencari orang-orang istimewa dan membantu orang menjadi lebih istimewa’,” tulis @ai_tenriajeng.
“ SDM unggul Indonesia maju,” tulis @torajalady.
“ Indeed Bu. Memberikan kontribusi tidak mesti dengan sebagai pejabat. Tetap setia menjalankan tugas kuncinya,” tulis @gabrielanawa.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya