Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Laman berita Beritasatu.com, Selasa, 21 November 2017, diretas dan mengalami injection script pada salah satu server ads-nya. Peretas menyuntikkan secara ilegal script untuk mengaktifkan malware script webbase crypto-mining atau sejenis virus penggali cryptocurrency atau digital currency.
Digital currency yang sedang populer saat ini yakni Bitcoin yang harganya mencapai Rp 112 juta untuk 1 Bitcoin. Data atau identitas pemilik Bitcoin biasanya tertulis jelas dan dapat terlacak.
Selain Bitcoin, ada pula digital currency Monero ata XMR. Mata uang digital yang diluncurkan April 2014 ini berbeda dari Bitcoin. Karena identitas pemiliknya sulit dilacak. Harga 55 XMR setara dengan 1 Bitcoin.
Akibat kejadian ini, komputer para pengunjung laman Beritasatu.com mengalami kerja berlebih. Sebab, kemampuan komputer pengunjung laman Beritasatu.com digunakan untuk memburu digital currency.
Serangan itu segera diatasi tim internal Beritasatu.com dengan membersihkan script yang ditanam peretas. Tidak lebih dari satu jam, server ads yang diretas kembali dipulihkan pada pukul 15.00 WIB.
Eksekutif Editor BeritaSatu Media Holdings, Anthony Wonsono mengatakan, peretasan yang menimpa laman Beritasatu merupakan modus baru. Para peretas menggunakan laman yang biasanya ramai didatangi pengunjung.
" Atas kejadian kemarin pagi, kami atas nama manajemen dan redaksi meminta maaf kepada para pembaca dan pengunjung setia Beritasatu.com. Apresiasi kami sampaikan juga kepada teman-teman warganet yang aktif melaporkan kejadian ini kepada kami," ujar Anthony melalui keterangan resminya.
Kasus Sejenis
Laman Fortune pernah mengulas malware penggali cryptocurrency Monero. Dalam artikelnya, Fortune menjelaskan program buatan Java Script yang berguna menggali Monero bernama CoinHive.
Masalah yang muncul dari CoinHive ialah mendesak tenaga yang dihasilkan komputer pribadi seseorang, tanpa menyentuhnya sekalipun untuk menggali `digit` Monero.
Perusahaan keamanan siber Check Point Software pertama kali mendeteksi script itu dari aplikasi malware bernama Adylkuzz.
Check Point mengatakan, penggunaan malware penggali Monero semakin pesat selama satu bulan terakhir. Pengguna warganet tertarik menggunakan Monero karena segala transaksi yang dibuat tidak dapat dilacak oleh blockchain. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya