Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hanya beberapa bulan setelah menjual bisnis ponselnya kepada Microsoft, perusahaan asal Finlandia, Nokia, berencana untuk kembali ke pasar gadget. Nokia segera meluncurkan tablet baru berbasis Android.
Seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin, 24 November 2014, pekan lalu, mantan produsen ponsel papan atas ini akan meluncurkan tablet berukuran 7,9 inci. Peluncuran dilakukan awal tahun depan di Tiongkok, pasar terbesar di dunia, sebelum menjualnya di tempat lain.
Uniknya, tablet terbaru itu akan diproduksi oleh Foxconn yang juga membuat perangkat untuk Apple. Kali ini, Nokia menggunakan sistem operasi Android, bukan Windows yang digunakan ketika memulai kerja sama dengan Microsoft pada 2011.
Sayang, kemitraan itu berakhir dengan kegagalan. Sehingga pada April lalu Nokia menjualnya divisi ponselnya kepada Microsoft sebesar US$7,2 miliar.
Sebastian Nystrom, Kepala Teknologi Nokia menggambarkan tablet baru berjuluk N1 itu sebagai era baru bagi Nokia. Dia mencatat bahwa 80 persen pengguna perangkat mobile di dunia menggunakan Android, dibandingkan dengan pengguna perangkat mobile Windows yang hanya 2,5 persen.
Tablet yang menggunakan casing aluminium itu akan mengadopsi sistem operasi terbaru Android Lolipop dan dipasarkan dengan harga sekitar US$250. Yang pasti, tidak mudah bagi Nokia untuk berganti haluan ke tablet setelah puluhan tahun bergelut dengan ponsel saja
" Nokia nampaknya menuju ke arah yang benar tapi ada beberapa tantangan yang nyata," kata Neil Mawston dari Strategy Analytics di London. " Nokia tidak punya kanal distribusi kuat seperti Samsung dan Apple. Dan tidak yang mampu mendapat untung dari bisnis tablet Android saat ini," tambahnya.
Merek Nokia telah dihapus dari pasar ponsel pekan lalu setelah Microsoft meluncurkan ponsel dengan mereknya sendiri untuk pertama kalinya.
" Kami sangat senang bisa membawa kembali merek Nokia ke tangan konsumen," kata Nystrom.
Dia mengisyaratkan pihaknya tertarik untuk memproduksi ponsel pintar berbasis Android. Tapi itu tidak akan terjadi sebelum tahun 2016. Saat ini Nokia terikat perjanjian dengan Microsoft untuk tidak memproduksi ponsel pintar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya