Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Budi Gunadi Sadikin, Dirut PT Inalum (Sumber: INALUM)
Dream - Kabar baik datang dari BUMN di Indonesia. Pasalnya, pemerintah telah resmi membentuk holding industri pertambangan. Beberapa anggota holding antara lain PT Timah Tbk (TINS), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Nah, perusahaan terakhir merupakan induk perusahaannya.
Tujuan dibentuknya holding ini sendiri agar bisa memberikan manfaat lebih besar bagi bangsa maupun rakyat Indonesia. Hal ini pun diungkapkan oleh direktur utama INALUM, Budi Gunadi.
Menurutnya sumber daya alam, seperti tambang akan habis dalam sekali pakai. Jika tidak bisa dikelola dengan baik, manfaatnya dikhawatirkan tidak bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Ia lantas mencontohkan jika Freeport habis, perlu dipikirkan cara agar cucu maupun cicit bangsa Indonesia nantinya tetap bisa menerima manfaat dari barang tambang yang sudah habis tersebut.
Terpilihnya INALUM sebagai perusahaan holding juga membuat Budi perlu melakukan hilirisasi segera. Dengan cara tersebut, nilai tambah dan keuntungan yang akan diterima masyarakat lebih besar. Misalnya, Bauksit dihilirisasi menjadi alumina, kemudian alumina dihilirisasi
menjadi aluminium, hingga seterusnya.
Di sisi lain, perlu diakui jika BUMN pertambangan masih belum optimal dalam mengelola komoditas lebih lanjut atau hilirisasi tersebut. Terlebih hilirisasi ini mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Sementara Indonesia memiliki cadangan mineral terbesar ketiga di dunia. Jika tidak dikelola dengan bijak, maka Indonesia bisa tertinggal jauh
dengan negara lain, seperti China, Chile, Brazil, hingga Amerika.
Budi pun meyakini jika menerapkan hilirisasi segara dapat menjadi kunci pemecahannya. Sebab, dengan proses tersebut, setidaknya bukan saja akan membuat Indonesia tak lagi bergantung pada proses pengolahan hasil tambang dari perusahaan di luar negeri. Lebih dari itu, mimpi INALUM untuk menjadi perusahaan kelas dunia semakin nyata.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya