Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Instalasi Listrik Milik PLN (Antarafoto.com)
Dream - Pemerintah mencatat ada belasan ribu desa tertinggal di Indonesia yang belum teraliri listrik. Untuk mengalirkan listrik ke seluruh daerah itu, pemerintah membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Dikutip dari situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat 22 April 2016, Menteri ESDM, Sudirman Said, mengatakan ada 12.659 desa di Indonesia yang belum teraliri listrik.
" Untuk melistriki 12.659 desa pada program Indonesia Terang, kami memerlukan dana antara Rp 90 trilun hingga Rp 100 triliun," kata Sudirman saat mencanangkan Program Indonesia Terang di Maybrat, Papua Barat.
Sekadar informasi, Program Indonesia Terang, disingkat PIT, adalah program pemerintah untuk melistriki daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dengan memaksimalkan sumber energi terbarukan di wilayah setempat. PIT ini juga merupakan bagian dari program pembangunan ketenagalistrikan 35 ribu MW untuk memenuhi target peningkatan rasio elektrifikasi nasional dari 85 persen pada 2015 menjadi 97 persen pada 2019.
PIT akan menyasar rumah tangga sejumlah 2.527.469 Kepala Keluarga (KK) dan ditargetkan hingga akhir 2019 ada 10.300 desa sudah terlistriki.
Dia mengatakan dana PIT tidak akan diambil seluruhnya dari APBN. Sebab, APBN diperkirakan hanya akan menyediakan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk program ini. Sisanya, akan diambil dari pihak swasta. Mereka akan melibatkan pihak swasta dalam program ini.
" Tugas Pemerintah yaitu, menyiapkan dana stimulus untuk tempat-tempat yang betul-betul tidak bisa dikerjakan oleh koorporasi dan korporasi yang mengerjakan itu akan diberi insentif," kata dia.
Eks direktur utama PT Pindad ini akan memberikan beragam fasilitas bagi investor listrik, misalnya tarif listrik dan kemudahan usaha.
Sudirman juga akan menggunakan dana ketahanan energi (DKE) dalam program ini. Lalu, dia akan membuat skema DKE untuk memberikan insetif bagi investor. Skema ini diharapkan dapat segera diajukan dalam APBN-P sekitar Mei atau Juni 2016.
" Dana itu kami siapkan sebagai dana matching fund," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya