Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Aksi beli investor lokal dan asing memuluskan laju bursa saham syariah di zona hijau. Kondisi regional yang bergerak menguat menambah keyakinan pelaku pasar.
Sentimen juga muncul dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan laju BI Rate di level 6,75 persen. Sementara Repo Rate tetap di level 5.5 persen.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 21 April 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 0,862 poin (0,54%) ke level 161,787.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 3,971 poin (0,59%) ke level 682,559.
Dengan munculnya aksi beli investor, indeks syariah memang cukup aman bergerak di zona positif. ISSI sempat menyentuh level tertinggi di 162,003 dan terendah di 161,084.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,96 triliun dengan 38,16 miliar saham yang berpindahtangan.
Aksi beli mendorong 99 emiten syariah ditutup menguat. Sementara 93 lainnya tertekan aksi jual dan 44 emiten ISSI bertahan stagnan.
Saham-saham di sektor pertambangan memimpin laju penguatan usai naik 1,95 persen Disusul industri dasari 1,15 persen, dan keuangan 1,03 persen
Sementara emiten properti yang selama ini bergerak menguat, harus mengalami koreksi 0,59 persen. Begitu pula indeks sektor indusri aneka yang turun 0,61 persen dan perkebunan 0,44 persen.
Di jajaran saham bluechips syariah, saham UNVR memimpin penguatan usai meroket Rp 1.200 per saham. Top gainer lainnya ITMG Ep 150, SMGR Rp 100, INCO Rp 90, dan AKRA Rp 75 per saham.
Sementara LPPF menjadi pemuncak daftar top losser usai turun Rp 275. Diikuti INTP yang turun Rp 150, BSDE Rp 60, ASII Rp 50, dan SSMS Rp 35 per saham.
Dari kawasan regional, indeks utama Asia didominasi penguatan. Indeks Nikkei Jepang bergerak menguat 2,70 persen sedangkan Hang Seng naik 1,82 persen. Hanya indeks Shanghai Composite yang mengalami tekanan dengan melemah 0,66 persen.
Di pasar keuangan, kurs rupiah bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Rupiah yang sempat turun ke posisi terendah 13.226, sore ini naik tipis 15 poin (0,11%) menjadi 13.129 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya