Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Sinarharian.com.my)
Dream - Ini bukti keteguhan hati untuk hidup lebih baik. Meski sempat bekerja sebagai pembedah mayat, Mohamad Syarif, tetap berusaha menggapai sukses.
Syarif sebelumnya senantiasa menghabiskan waktu kerjanya dengan hidup bersama mayat. Memang Syarif berpofesi di dunia forensik. Kondisi ibunya yang sakit memaksa Syarif melepas statusnya sebagai dokter bedah mayat.
Dilansir dari Sinar Harian, Kamis 21 April 2016, Syarif meninggalkan dunia forensik untuk menjaga ibunya yang sakit liver sekitar tahun 2008. Syarif mengaku berasal dari keluarga tak punya.
" Saya datang dari keluarga yang susah. Ketika masih sekolah, saya hanya makan dengan lauk telur yang diberi kecap," kata dia di Batu Pahat, Malaysia.
Bahkan, Syarif tidak bisa membeli buku pelajaran dan membayar uang sekolah meskipun mendapat beasiswa. Agar bisa menutup semua kebutuhan sekolahnya, Syarif berjualan kain sutera, karangan bunga, bahkan melakukan pekerjaan-pekerjaan kreatif.
Setelah ibunya meninggal pada tahun 2009, Syarif pun bekerja di klinik Gelang Patah di bawah pimpinan Manisha Patel. Di tempat itu, dia didorong untuk mempelajari kesehatan kulit. Dari sanalah, dia mulai tertarik dengan bidang ini.
Namun, Syarif sadar impiannya untuk mendirikan klinik kecantikan tidak akan terwujud kalau tak punya ilmunya. Untuk itu, dia mendalami kedokteran estetika di Perancis, kecantikan ayurveda (ilmu pengobatan kuno dari India) di India, teknik bekam di Mesir, dan kesehatan kaki di Inggris.
Pada akhirnya, Syarif mendirikan klinik kecantikan yang diberi nama " Falah Aestethica Medispa" pada Februari 2015. Klinik ini menggunakan teknologi Timur dan Barat yang digabungkan dengan pengobatan tradisional. Usahanya menawarkan jasa memutihkan kulit akibat jerawat, kedutan, hingga masalah pigmentasi kulit.
" Kami tidak hanya menawarkan perawatan kecantikan secara luar, tapi juga dari dalam yang berkaitan dengan imunisasi dan aliran darah.
Syarif menilai bidang kecantikan berbeda dengan forensik. Menurut dia, bidang kecantikan itu unik karena setiap pasien punya masalah dan metode penyelesaian yang berbeda-beda.
" Pasien itu (ibarat) buku teks bagi saya karena setiap perawatannya berbeda-beda dan tidak boleh menggunakan prosedur yang sama," kata dia.
Syarif melanjutkan, menggunakan produk kecantikan secara sembarangan, bisa membuat kulit bermasalah. Untuk itu, pihaknya mengeluarkan produk kecantikan yang dinamai K.U.L.I.T.
Produk ini telah lulus uji dari Universiti Teknologi Malaysia. Dia mengeluarkan produk ini untuk perawatan muka terlebih dahulu, baru diikuti untuk perawatan kulit di bagian tubuh lainnya.
" Saya juga sedang membuka cabang pertama Falah Aestethic Medispa di Nong Chik, Johar Bahru, Juni ini," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya