Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream – Nadia Prasetyo. Sudah cantik, sukses berusaha pula.
Malah, wanita belia ini bisa meraup omzet Rp450 juta—Rp500 juta per bulan dari brand fesyen, Giyomi, dalam waktu lima tahun.
Dilansir dari Berita Jatim, Selasa 31 Juli 2018, dia mulai berbisnis sejak tahun 2013. Ketika itu, Nadia berbisnis online untuk aksesori HP dan jilbab. Bermodal foto barang-barang dari orang lain, dia sukses memasarkan produknya. Lalu, dia mulai menjadi reseller baju yang diambil dari Tanah Abang untuk dijual di pasar murah Car Free Day (CFD) Surabaya.
Pada 2014, mahasiswa aktif D-3 Manajemen Perbankan Unair ini memproduksi baju dan dilabeli Giyomi. Nadia tak hanya memiliki toko online, tetapi juga toko offline di rumahnya.
“ Memulai adalah hal yang harus dilakukan ketika ingin menjadi seorang pengusaha. Selagi ada ide, langsung eksekusi, tidak usah ditunda-tunda lagi,” kata dia dalam seminar “ Empowerment of Moslem Entrepreneur” di STIE Perbanas, Surabaya, Jawa Timur.

Nadia Prasetyo (paling kiri), meraup omzet hingga Rp500 juta per bulan dari bisnis hijab. (Foto: UNAIR News)
Ketika menjalankan bisnis, Nadia tak harus menunggu lulus kuliah. Dia justru fokus dengan pelajaran ketika sedang kuliah. Ketika dia sedang berbisnis, wanita cantik ini juga fokus dengan bisnisnya.
“ Dengan wirausaha, Anda menjadi mandiri, tidak merepotkan orang tua, bahkan bisa menyisihkan penghasilan untuk diberikan kepada ayah dan bunda,” kata dia.
Di tempat terpisah, Nadia juga berpesan agar orang-orang percaya diri ketika berbisnis. Dia juga menyarankan untuk tidak berpikir lebay.
“ Dalam berbisnis, percaya diri itu penting dan jangan overthinking. Jangan takut tidak laku atau terlalu banyak mikir,” kata dia dalam acara “ Business Talk: A Successful Entrepreneur Through Solutive and Creative Ideas” di Universitas Airlangga.
(Sumber: Berita Jatim, UNAIR News)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya