Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wanita Ini Menjadi Pebisnis Sukses Ketika Berusia 45 Tahun. (Foto: Succed Feed)
Dream – Saat mendatangi pusat startup terkenal dunia, Silicon Valey, kamu akan heran karena sulit menemukan seorang perempuan di jajaran pencipta dari ribuan perusahaan di tempat itu. Tapi bukan berarti tak ada.
Mayoritas para pencipta di tempat inkubasi itu memang didominasi para pria muda. Namun terselip seorang wanita yang sukses menjadi miliarder dari bisnis yang berkembang beberapa tahun terakhir itu.
Yang mengejutkan, wanita itu tak lagi muda. Dia sudah berusia 45 tahun saat merintis bisnisnya.
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Juli 2018, wanita miliarder itu bernama Mary Kay Ash. Lahir pada 12 Mei 1918, Mary sempat menjual buku dari pintu ke pintu dan bekerja di perusahaan produk rumah.
Awal kesuksesannya menghampirinya di tahun 1963. Ketika itu, dia keluar dari perusahaanya karena tak diberikan promosi. Yang diberikan promosi justru pria yang dia latih.
Mary memutuskan menulis buku untuk para perempuan yang ingin sukses. Dia juga membuat bisnis bersama putranya, yaitu bisnis kosmetik yang bernama Mary Kay. Usaha ini didirikan ketika dia mulai menjanda.
Ketika membangun bisnis, Mary menerapkan prinsip Golden Rule di perusahaannya, yaitu memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan. Dia juga menekankan kultur agar pegawai di perusahaanya menghargai orang lain seperti orang penting.
Mary Kay Ash meninggal dunia pada 22 November 2001 di usia 83 tahun. Sampai saat ini, perusahaan Mary Kay masih setia mengikuti prinsip yang dibuat oleh miliarder itu.
Kerennya, pebisnis ini tak memprioritaskan bisnis di urutan pertama. Justru, bisnis ada di urutan ketiga. Yang menjadi urutan pertama dan kedua adalah iman dan keluarga.
Prinisip ini memperkuat budaya sukses di perusahaan yang dibangunnya. Pada 2015, pendapatan perusahan Mary Kay mencapai US$3,7 miliar (Rp53,1 triliun).
(Sumber: Liputan6.com/Tommy Kurnia)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
