Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada, Lho, Tantangan Terbesar Yang Dihadapi Orang-orang Yang Baru Diangkat Menjadi Bos.
Dream – Ketika seseorang diangkat menjadi pimpinan perusahaan, ada satu hal yang harus dihadapinya. Dan satu hal itu akan menjadi tantangan terbesarnya selama menjadi orang nomor satu.
“ Yang menjadi tantangan terbesar adalah tidak selalu menang,” kata pakar karier, Marshall Goldsmith, dikutip dari Business Insider, Rabu 11 Juli 2018.
Marshall menambahkan, seorang CEO juga dituntut tidak selalu merasa benar dan tidak menyombongkan kepintarannya di depan para karyawan.
Terdengar sulit, ya? Goldsmith mengatakan orang-orang sukses cenderung mengenyam pendidikan tinggi dan telah mencapai sebagian besar tujuan hidupnya. Mereka juga merasa harus membuktikan seberapa cerdas di depan orang-orang.
Masalahnya, saat dia mencapai posisi puncak, keinginan untuk memperlihatkan kehebatan itu harus dihentikan .
" Kamu harus berhenti melakukan itu,” kata dia.
Pimpinan The Sinkretics Group—perusahaan konsultan kepemimpinan—Dennis Perkins, juga sepakat dengan pendapat tersebut. Perkins mengatakan orang yang ditunjuk sebagai pemimpin, mungkin memiliki banyak keahlian teknis. Tapi, kecerdasan mereka tidak cukup untuk mendorong mereka ke puncak karier.
Studi psikologi yang diterbitkan oleh Journal Applied Psychology menyebutkan kecerdasan memang membuat orang sukses berhasil, tapi hanya sampai titik tertentu.
“ Para pemimpin harus mampu melangkah mundur untuk mendelegasikan, membiarkan orang lain berbuat salah, dan membimbingnya untuk menyelesaikan masalah,” kata dia.
Goldsmith mengatakan pemimpin juga sebaiknya berinteraksi dengan karyawan. Misalnya, mendengarkan masukan dari bawahan serta mengajarinya hal-hal yang bermanfaat bagi karier dan bisnis.
“ Itu adalah salah satu tantangan terbesar dari semua pemimpin yang saya latih,” kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya