Tak Hanya Otak, Anggota Tubuh Ini Jadi Indikator Kesuksesan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 10 Juli 2018 12:16
Bahkan, bentuk anggota tubuh ini juga bisa menjadi indikator kesuksesan kamu.

Dream – Indikator kecerdasan tak melulu mengacu pada otak, tetapi juga bentuk anggota tubuh. Bahkan, bentuk anggota tubuh ini juga bisa menjadi indikator kesuksesan kamu.

Dikutip dari Reader’s Digest, Selasa 10 Juli 2018, ada empat bentuk anggota tubuh yang bisa menunjukkan kecerdasan. Yang pertama, kaki jenjang.

Peneliti dari Brown University dan Princeton University mengklaim bahwa orang berkaki jenjang mampu berpenghasilan lebih tinggi karena dinilai lebih pintar dan mendapatkan gaji yang lebih tinggi di dunia karier.

Sang penulis menggunakan data pemerintah yang mencantumkan tinggi, berat, tingkat pengetahuan, pendidikan dan gaji penduduk dari UK dan US pada 1958 serta 1970. Hasil analisis riset tersebut menunjukkan bahwa orang yang sudah berkaki jenjang sejak dini memiliki kemampuan kognitif baik.

Mereka juga cenderung memiliki gaji lebih tinggi karena pengetahuan, kemampuan verbal, dan numerikalnya. Peneliti belum bisa memastikan hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingginya seseorang. Tapi, faktor genetik dan perawatan sejak kecil bisa mempengaruhi kemampuan otak.

Yang ke dua, tangan kidal. Seseorang yang terlahir menulis dengan tangan kiri diklaim lebih pintar daripada sebaliknya. Penelitian dari University of Athens memilih sekitar 100 mahasiswa dan alumni sebagai sampel.

Mereka diminta membuat jejak dari sejumlah lingkaran secepat mungkin dan yang lainnya diminta untuk mengurutkan huruf serta angka. Peserta yang kidal terbukti memiliki kemampuan lebih pada kedua tes tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa mereka memiliki memori lebih baik dan mental yang stabil. Beberapa ahli mengklaim bahwa kemampuan kognitif ini bisa disebabkan karena orang yang kidal mampu menggunakan kedua sisi otak untuk membaca dan memproses informasi.

Ke tiga, perut besar. Tingginya kadar lemak memiliki pengaruh terhadap tubuh, mulai dari tekanan darah hingga kesehatan jantung. Bisa jadi hal tersebut berpengaruh juga pada kemampuan kogntiif.

Setelah diteliti selama 5 tahun dengan 2.200 peserta dewasa, seorang peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki Body Mass Index (BMI) 20 atau kurang dari itu, mampu mengingat 56 persen kata dalam tes kosa kata.

Sementara, peserta yang mengalami obesitas dengan BMI 30 ke atas, hanya mampu mengingat 44 persen. Setelah dilakukan 5 tahun kemudian, hasilnya menurun hingga 37.5 persen.

Sang peneliti, Maxim Cournot, membuat teori bahwa hormon lemak bisa membahayakan sel otak. " Obesitas dikenal sebagai pemicu dari penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penebalan dan penumpukan pada pembuluh darah. Hal yang sama terjadi pada arteri otak," kata dia kepada Telegraph.

Ke empat, kepala besar. Tak ada yang suka diejek dengan julukan “ si kepala besar”. Namun, memiliki kepala besar bisa membuatmu lebih pintar. Sebuah penelitian di Molecular Psychiatry memberikan 500.000 penduduk di Inggris sebuah tes fisik dan kognitif.

Di samping menganalisis sampel darah, urin dan air liurnya. Peneliti menemukan bahwa orang yang berkepala besar sejak bayi, mendapatkan nilai lebih tinggi saat tes verbal dan numerik. Mereka juga berpotensi besar untuk menjadi sarjana.

Beri Komentar
Addry Danuatmaja Ingin Kencan Dengan Sophia Latjuba #KapanLagiKepo