Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Yang Dipelajari Nadiem Makarim Selama Mengembangkan Gojek, Apa Itu? (Foto: CNBC)
Dream – Sebagai bos PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek Indonesia), Nadiem Makarim bertanggung jawab terhadap bisnis yang dikembangkan di lima negara dan satu juta mitra pengemudi. Perjalanan menumbuhkan Gojek tidaklah mulus.
Namun ada satu hal yang dipetik Nadiem tentang manajerial perusahaan. Pelajaran itu adalah tidak selalu merasa menjadi seorang pemimpin.
“ Sebagai seorang pendiri, kamu merasa tahu apa yang paling tepat untuk bisnis. Itu memang alami untuk memiliki insting itu,” kata Nadiem di acara Managing Asia, dikutip dari CNBC, Rabu 4 Juli 2018.
Akan tetapi, sikap ini bisa menjadi bumerang untuk para pemimpin perusahaan. Maka, tak jarang pemimpin membohongi diri sendiri tentang hal itu.
“ Semakin besar tinggi posisimu dan semakin besar perusahaanmu, orang-orang akan semakin ragu memberi tahu apa yang dipikirkan,” kata dia.
Pria kelahiran 1984 ini mengatakan, pemimpin perusahaan harus menemukan gaya kepemimpinan yang tepat untuk memimpin perusahaan. “ Jika tidak, kamu akan merasa sangat tidak berguna dengan cepat,” kata dia.
Lalu, bagaimana gaya Nadiem memimpin di perusahaannya? Dia mengajak karyawannya untuk berdiskusi dalam mengambil keputusan, dari bisnis ojek sampai layanan kecantikan. Kepercayaan diri karyawannya pun didorong.
“ Banyaknya orang dan cara yang berbeda-beda untuk mencapai sebuah visi merupakan sesuatu yang sangat menguntungkan. Dikelilingi orang-orang yang mampu berkata ‘tidak’ dan mengajukan cara lain itu penting,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya