Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Merunduk Hari Ini, Selasa 3 Juli 2018.
Dream - Bursa saham Indonesia masih minim sentimen positif untuk menggerakan pelaku pasar yang cemas kembali melantai. Dengan posisi kurs rupiah terhadap dollar AS yang masih bergerak di atas Rp14.000 dan nett sell asing, indeks acuan saham bergerak lemas.
Sentimen negatif itu juga menyeret tiga indeks syariah yang kembali terpeleset ke zona merah pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 3 Juli 2018.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tergelincir sampai 3,461 poin (2,03%) ke level 167,439. ISSI memang sempat beranjak naik dan menyentuh level tertinggi 170,989. Namun laju penguatan itu hanya bertahan sesaat terutama jelang sesi penutupan.
Dua indeks saham bluechips syariah juga berguguran dengan koreksi di atas 2 persen. Jakarta Islamic Index (JII), merosot 15,379 poin (2,38%) ke level 630,618. Begitu pula dengan Indeks Jakarta Islamic Index 70 (JII) turun 4,903 poin (2,29%) ke level 209,298.
Transaksi perdagangan saham syariah sepi aksi jual beli. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 39,89 miliar saham syariah beralih pemilik dengan nilai transaksi mencapai Rp3,49 triliun.
Asing kembali menambah porsi jual saham syariah setelah kemarin sempat mengerem. Nett sell asing kali ini meningkat menjadi Rp340 miliar.
Semua indeks sektoral bergerak melemah dengan emiten industri " membakar" pasar. Indeks industri dasar rontok sampai 3,89 persen dan industri aneka 3,06 persen. Penurunan indeks ini juga diikuti oleh sektor infrastruktur sebesar 2,59 persen dan keuangan 2,00 persen.
Seluruh saham bluechip syariah " terbakar" . Harga saham INTP melemah Rp975, ITMG Rp725, UNVR Rp675, UNTR Rp500m dan PGAS Rp320.
Bagaimana dengan nilai tukar rupiah? Kenaikan BI rate sebesar 50 basis poin, tak cukup membuat rupiah menggeliat. Dolar malah semakin perkasa. Ketika perdagangan ditutup, dolar menguat 51 poin (0,35%) ke level Rp14.441 per dolar AS dan sempat menembus level tertinggi di Rp14.460 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya