Indeks Syariah Bergairah, Rupiah Masih Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Juni 2018 16:59
Indeks Syariah Bergairah, Rupiah Masih Melemah
Sayang seribu sayang, rupiah malah mendekam seharian di zona merah.

Dream - Indeks syariah mulai bergariah di perdagangan awal pekan, Senin 25 Juni 2018.  Kembali normalnya aktivitas pemodal domestik membuat transaksi perdagangan saham syariah marak dan mendorong indeks acuan bergerak menguat.

Penguatan laju indeks syariah ini sayangnya belum menulai pada pasar keuangan. Mata uang Negeri Paman Sam, Dollar AS, masih terlalu perkasa bagi rupiah. Kurs mata uang Nusantara ini masih mendekam lemah di level Rp14 ribu.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan awal pekan ini dengan menguat 0,927 poin (0,54%) ke level 173,886. Indeks ini bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat ke 173,931.

ISSI tercatat sempat melemah ke level 172,522 dan bertengger di posisi puncak ke 174,764.

Penguatan juga dicetak dua indeks saham unggulan syariah. Didukung 14 emiten yang bergerak menguat, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 6,219 poin (0,95%) ke level 658,905.

Sementara indeks bluechip syariah baru, Jakarta Islamic Index (JII70), menguat 1,739 poin (0,8%) ke level 218,226.

Transaksi perdagangan saham syariah mencatat peningkatan di awal pekan ini. Investor melakukan jual beli senilai Rp4,55 triliun dengan 49,25 miliar lembar saham berpindah tangan.

Meski masih melepas saham syariah, nett sell pemodal asing mulai bergerak terbatas. Nilai jual bersih saham syariah mencapai Rp339 miliar. 

Investor lebih senang bermain saham di sektor barang konsumsi dan manufaktur yang masing-masing melesat 2,94 persen dan manufaktur 1,75 persen.

Koreksi terjadi pada indeks saham pertanian yang rontok sampai 1,20 persen.

Top gainer saham bluechips syariah ini dihuni saham-saham barang konsumsi seperti UNVR yang menguat Rp800 dan ICBP Rp350 per saham. Pencetak kenaikan harga tertinggi lainnya dihuni saham , INTP, AKRA, dan INTP yang masing-masing naik Rp200, Rp170, dan Rp125.

Sebaliknya, bluechips syariah yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya turun sebesar Rp800, LPPF Rp200, UNTR Rp175, INDY Rp120, dan ADRO Rp60.

Dari pasar uang, kurs dollar AS masih terlalu perkasa untuk rupiah yang bergerak lemah sepanjang perdagangan. Sore ini, rupiah bertahan melemah posisi Rp14.125 per dolar AS.

(Sah) 

Beri Komentar