Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham Indonesia bergerak mengaut di awal perdagangan April 2018. Sentimen rilis data ekonomi terbaru dan menguatnya bursa saham Singapura dan Hong Kong mendorong investor kembali berburu saham.
Motor penggerak bursa kali ini berasal dari para pemodal domestik. Asing yang akhir pekan lalu melakukan aksi beli kini malah berbalik arah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 2 April 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,435 poin (0,78%) ke level 185,024. ISSI yang dibuka menguat di level 184,388, sempat terpeleset masuk zona negatif dengan level terendah 183,339.
Transaksi perdagangan saham syariah kembali normal dengan 51,47 juta saham diperdagangkan hingga sesi penutupan perdagangan. Lantai bursa dibanjiri dana syariah senilai Rp3,75 triliun.
Penguatan ISSI tak lepas dari saham-saham unggulan syariah yang mulai kembali pulih. Aksi beli pada 22 bluechips syariah menjadi penyemangat investor berburu saham.
Dengan dominasi saham yang menguat, indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga ikut beranjak ke zona hijau. JII ditutup mengaut 9,793 poin (1,39%) ke level 714,070. Sama seperti ISSI, indeks JII juga sempat melemah ke level terendah 703,899.
Pemodal asing berubah haluan di awal pekan ini. Asing mencatat nilai jual bersih Rp272 miliar dari posisi nett buy akhir pekan lalu senilai Rp167 miliar.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat dipimpin emiten industri aneka yang meroket 2,86 persen, barang konsumsi 1,56 persen, dan infrastruktur 1,40 persen. Tercatat hanay indeks sektor pertanian dan industri dasar yang melemah masing-masing 0,66 persen.
Saham UNVR memimpin laju top gainer bluechips syariah usai mencetak kenaikan harga saham Rp675. Diikuti SMGR yang menguat Rp275, ASII Rp250, INDF dan UNTR masing-masing Rp150 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham-saham seperti LPPF yang terkoreksi Rp375, TPIA Rp175, EXCL Rp90, AKRA Rp50, dan SCMA Rp10 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah kembali mengalami tekanan meski sempat menguat ke level 13.740 per dollar AS. Di perdagangan pukul 4.38 WIB, dollar AS kembali menguat 17 poin (0,12%) menjadi Rp13.776.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya