Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Begini Kondisi Indeks Syariah Menjelang Pilkada.
Dream - Menyambut Pilkada serentak yang tinggal hitungan jam, laju indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak berlawanan. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan dua indeks bluechips syariah terlihat tak kompak menjelang hari libur sehari itu.
Kabar baik justru datang dari pasar keuangan. Meski masih di atas level 14.000, kurs rupiah sore ini sedikit bergerak mengaut.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018, ISSI naik tipis 0,114 poin (0,07%) ke level 174.000. Indeks acuan saham syariah ini bergerak naik turun setelah dibuak melemah di level 173,401.
Transaksi perdagangan saham syariah di lantai bursa juga relatif masih tinggi meski menyambut libur tambahan esok. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 95,68 miliar lembar saham syariah beralih tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp4,11 triliun.
Asing mulai menyetop aksi jual saham syaraih mereka. Tercatat nett sell asing pada saham-saham penghuni ISSI turun tajam menjadi Rp31 miliar.
Di jajaran indeks bluechip syariah, kedua indeks acuan kompak bergerak melemah. Jakarta Islamic Index (JII), turun 0,615 poin (0,09%) ke level 658,290.
Sementara indeks keping biru syariah baru, Jakarta Islamic Index 70 (JII70), terkoreksi 0,165 poin (0,08%) ke level 218,061.
Investor kurang tertarik dengan saham keuangan yang membuat indeksnya anjlok sampai 2,03 persen. Diikuti oleh pertambangan 0,31 persen, barang konsumsi 0,27 persen, dan properti 0,18 persen.
Harga saham LPPF naik Rp350, TPIA Rp200, AKRA Rp180, ASII Rp100, dan INDY Rp80.
Sebaliknya, yang menjadi pencetak top loser adalah UNVR yang harga sahamnya merosot Rp450, UNTR Rp275, INCO Rp180, ADRO Rp115, dan ITMG Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat tipis. Kurs rupiah ditutup 18 poin (0,13%) ke level Rp14.135 per dolar AS. Nilai tukar rupiah terhadap dolar bergerak fluktuatif serta menyentuh level terendah di Rp14.156 per dolar AS dan tertinggi di Rp14.124 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya