Dolar AS Tembus Rp14 Ribu Lagi, Indeks Syariah Melemah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 21 Juni 2018 16:45
Dolar AS Tembus Rp14 Ribu Lagi, Indeks Syariah Melemah
Sektor industri aneka juga terjun bebas.

Dream - Indeks syariah masih belum bisa menunjukan keperkasaan setelah dua hari perdagangan usai libur panjang lebaran. Hari ini, Kamis, 21 Juni 2018, para pemodal justru semakin dibuat cemas dengan kurs rupiah yang kembali rontok oleh Dollar AS.

Pada perdagangan pukul 16.43 WIB, dollar AS menunjukan tajinya dengan bergerak mengaut 155 poin terhadap rupiah. Kurs rupiah terhadap mata uang Negeri Paman Sam pun kembali ambruk ke level 14.000, tepatnya Rp14.080.

Sementara dari pasar modal, aksi tarik dana pemodal asing masih belum berhenti. Asing masih mencatat nett sell denga nilai cukup besar meski sudah turun dibandingkan dua hari perdagangan. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), merosot 2,007 poin (1,14%) ke level 173,480. Indeks ini bergerak naik turun setelah sempat dibuka menghijau di level 176,405. ISSI menyentuh level tertinggi di 176,434 dan terendah di 173,624.

Nasib tak berbeda dialami dua indeks keping biru syariah. Indeks Jakarta Islamic Index (JII), turun 14,702 poin (2,19%) ke level 655,489.

Begitu pula indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index 70 (JII70), melemah 3,985 poin (1,79%) ke level 218,058.

Transaksi saham syariah di lantai bursa tak seramai hari pertama perdagangan kemarin. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 39,5 miliar lembar saham dilego pelaku pasar dengan nilai transaksi mencapai Rp4,38 triliun.

Berkurangnya transaksi jual beli saham syariah juga memangkas nilai jual bersih pemodal asing. Nett sell asing berkurang menjadi Rp405 miliar. 

Investor enggan melantai di bursa. Mereka lebih suka menjual sahamnya, terutama di sektor industri aneka. Alhasil, indeks industri aneka terjun bebas 3,06 persen. Melorotnya indeks ini juga disusul di sektor properti sebesar 1,85 persen, barang konsumsi 1,7 persen, dan infrastruktur 1,11 persen.

Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,31 persen dan perdagangan 0,25 persen. Sektor pertambangan menjadi incaran investor setelah kemarin dilanda pelemahan cukup tajam. 

Saham JII pencetak top gainer adalah EXCL yang harga sahamnya naik Rp50, PGAS Rp50, ADRP Rp10, ANTM Rp10, dan INCO Rp10.

Saham ITMG masih terkoreksi paling dalam. Kali ini harganya turun Rp1.375. Koreksi saham ini diikuti oleh saham SMGR yang harganya melemah Rp400, ICBP Rp350, INTP Rp350, dan ASII Rp275.

Dari pasar uang, dolar AS menembus angka Rp14 ribu. Ketika perdagangan berakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun 155 poin (1,11%) ke level Rp14.080 per dolar AS. Bahkan, dolar bertengger di posisi puncak Rp14.090 per dolar AS.

(Sah)

Beri Komentar