Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Justru Keok Hari Ini.
Dream - Indeks saham syariah menyambut libur panjang Lebaran dengan bertahan di zona merah. Setelah kemarin sempat bergerak menguat, tekanan jual menghampiri pasar modal Indonesia akibat kondisi bursa regional yang juga bergerak lemah.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 8 Juni 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,808 poin (1,55%) ke level 177,871. ISSI mengawali perdagangan jelang libur panjang ini dengan melemah ke level 179,874 dan sempat tersungkur di level terendah 180,469.
Tekanan lebih kuat dialami dua indeks bluechips syariah. Melemahnya harga saham dari 22 emiten bluechips syariah membuat Jakarta Islamic Index (JII) terjun 14,300 poin (2,06%) ke level 680,263.
Sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII70), merosot 4,158 poin (1,96 persen) ke level 225,672.
Transaksi perdagangan saham syariah kurang aktif dibandingkan kemarin dengan hanya melibatkan 40,2 miliar. Namun nilai transaksi perdagangan itu meningkat menjadi Rp6,03 triliun.
Seluruh indeks sektoral bergerak melemah. Investor banyak melepas saham di sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi yang terkoreksi masing-masing 3,03 persen, 2,45 persen, dan 1,61 persen.
Emiten JII yang menjadi lirikan investor adalah TPIA yang harga sahamnya naik Rp300, disusul oleh ITMG Rp150, PTBA Rp130, LPPF Rp75, dan EXCL Rp70.
Harga saham UNTR amblas Rp1.300, diikuti oleh INTP Rp800, UNVR Rp800, SMGR Rp450, dan AKRA Rp170.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah 56 poin (0,40%) ke level Rp13.931 per dolar AS. Kurs rupiah bergerak fluktuatif. Indeks syariah menyentuh level tertinggi di Rp13.863 per dolar AS dan terendah Rp13.936 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya