Indeks Syariah Melemah Sambut Libur Panjang Lebaran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 8 Juni 2018 16:55
Indeks Syariah Melemah Sambut Libur Panjang Lebaran
Ada tiga indeks yang terkoreksi paling dalam.

Dream - Indeks saham syariah menyambut libur panjang Lebaran dengan bertahan di zona merah. Setelah kemarin sempat bergerak menguat, tekanan jual menghampiri pasar modal Indonesia akibat kondisi bursa regional yang juga bergerak lemah. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 8 Juni 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terpangkas 2,808 poin (1,55%) ke level 177,871. ISSI mengawali perdagangan jelang libur panjang ini dengan melemah ke level 179,874 dan sempat tersungkur di level terendah 180,469.

Tekanan lebih kuat dialami dua indeks bluechips syariah. Melemahnya harga saham dari 22 emiten bluechips syariah membuat Jakarta Islamic Index (JII) terjun 14,300 poin (2,06%) ke level 680,263.

Sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII70), merosot 4,158 poin (1,96 persen) ke level 225,672.

Transaksi perdagangan saham syariah kurang aktif dibandingkan kemarin dengan hanya melibatkan 40,2 miliar. Namun nilai transaksi perdagangan itu meningkat menjadi Rp6,03 triliun.

Seluruh indeks sektoral bergerak melemah. Investor banyak melepas saham di sektor keuangan, infrastruktur, dan barang konsumsi yang terkoreksi masing-masing 3,03 persen, 2,45 persen, dan 1,61 persen.

Emiten JII yang menjadi lirikan investor adalah TPIA yang harga sahamnya naik Rp300, disusul oleh ITMG Rp150, PTBA Rp130, LPPF Rp75, dan EXCL Rp70.

Harga saham UNTR amblas Rp1.300, diikuti oleh INTP Rp800, UNVR Rp800, SMGR Rp450, dan AKRA Rp170.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah melemah 56 poin (0,40%) ke level Rp13.931 per dolar AS. Kurs rupiah bergerak fluktuatif. Indeks syariah menyentuh level tertinggi di Rp13.863 per dolar AS dan terendah Rp13.936 per dolar AS.

Beri Komentar