Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Ketiga Indeks Syariah Perkasa Seharian.
Dream - Trio indeks acuan saham syariah kembali ke jalur positif setelah kemarin sempat mengalami tekanan jual akibat posisi asing yang berbalik melepas portofolio mereka. Saham-saham di sektor perkebunan menjadi motor penggerak bursa pada penutupan perdagangan Kamis, 7 Juni 2018.
Sentimen positif juga datang dari bursa utama regional yang sebagian besar ditutup menguat. Sementara pemodal asing meski masih melakukan aksi jual namun porsinya sudah sedikit berkurang.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), merangkak naik 0,435 poin (0,24%) ke level 180,679. Indeks ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 180,650.
Bergerak menguat sepanjang perdagangan ISSI bertengger di level tertinggi di 181.458.
Kenaikan juga dialami dua indeks bluechips syariah. Dengan dukungan 18 emiten yang ditutup menguat, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 1,572 poin (0,23%) ke level 695,123.
Sementara Jakarta Islamic Index 70 (JII70), meningkat 0,656 poin (0,29) ke level 230,190.
Transaksi perdagangan saham kali ini sempat melesu baik secara volume maupun nilai. Hingga sesi paskapenutupan perdagangan, tercatat 56,64 miliar lembar saham syariah ditransaksikan dengan nilai Rp4,61 triliun. Asing mencatat nett sell senilai Rp221 miliar sedikit berkurang dari perdagangan kemarin.
Semua indeks sektoral bergerak positif. Penguatan tertinggi terjadi pada indeks sektor perkebunan sebesar 1,6 persen dan keuangan 1,23 persen.
Saham UNTR menjadi favorit investor sehingga harga sahamnya naik Rp700, disusul oleh INDY Rp160, ICBP Rp150, INDF Rp125, dan dan LPPF Rp75.
Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ITMG yang harga sahamnya turun Rp800, INTP Rp175, EXCL Rp100, INCO Rp80, dan ANTM Rp50.
Sayangnya sentimen positif ini tidak berpengaruh terhadap pasar uang. Kurs rupiah yang menguat beberapa hari terakhir sedikit mengerem lajunya. Hingga sore ini nilai tukar rupiah ditutup melemah 5 poin (0,04%) ke level Rp13.858 per dolar As dan sempat terperosok ke titik terendah di Rp13.873 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya