Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tiga Indeks Syariah Menguat Seharian Hari Ini, Selasa 5 Juni 2018.
Dream - Penguatan indeks syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali berlanjut. Tiga indeks acuan saham syariah bergerak perkasa sepanjang perdagangan Selasa, 5 Juni 2018.
Laju positif indeks syariah tak lepas dari pemodal asing yang mulai kembali berburu saham-saham di lantai bursa. Aksi beli ini ikut merembet ke saham-saham syariah.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 5 Juni 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 3,509 poin (1,72%) ke level 181,015. Indeks ISSI perkasa seharian setelah dibuka menghijau di 178,530 dan menyentuh level tertinggi di 181,105.
Dengan sokongan 24 emiten unggulan syariah, Indeks Jakarta Islamic Index (JII) melesat lebih baik dari ISSI. Menguat 16,175 poin (2,45%), indeks JII menutup perdagangan di level 699,723.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) juga ikut bergerak menguat 4,840 poin (2,14%) ke level 231,057.
Transaksi perdagangan saham syariah memang melemah secara volume. Namun perburuan saham-saham bluechips syariah membuat dana yang mengalir meningkat signifikan.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, sebanyak 72,88 miliar lembar saham hilir mudik di lantai bursa. Nilai transaksi meningkat menjadi Rp6,06 triliun.
Indeks infrastruktur, industri dasar, dan barang konsumsi meroket. Ketiganya tumbuh masing-masing 3,53 persen, 3,05 persen, dan 2,33 persen.
Pelemahan indeks pertanian sebesar 0,60 persen dan keuangan 0,61 persen namun tidak berpengaruh terhadap kinerja perdagangan.
Investor tertarik untuk bermain saham di ITMG dan UNVR. Harga kedua saham emiten ini meroket masing-masing sebesar Rp1.775 dan Rp1.400. Penguatan harga saham bluechip syariah ini disusul oleh UNTR yang harganya naik Rp750, INTP Rp450, dan INDY Rp250.
Sebaliknya, yang menjadi top loser ada empat emiten, yaitu AKRA yang harga sahamnya merosot Rp130, TPIA Rp25, SCMA Rp10, dan LPKR Rp2.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah fluktuatif dan sempat terseret ke Rp13.890 per dolar AS. Namun, kurs rupiah kembali terangkat dan menguat 4 poin (0,03%) ke level Rp13.874 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya