Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Menguat Seharian Di Zona Hijau Hari Ini, Jumat 29 Juni 2018.
Dream - Indeks syariah menyambut positif kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) sebesar 50 basis points. Keputusan bank sentral itu disambut indeks syariah dengan bergerak menghijau ketika perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup pada Jumat, 29 Juni 2018.
Angin penguatan itu sayangnya tak sampai ke pasar keuangan. Nilai tukar Dollar AS sampai sore ini masih tak mampu dilawan rupiah. Mata uang nusantara ini bergerak melemah sepanjang hari.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan melesat tinggi 4,108 poin (2,43%) ke level 173,254. Tanda-tanda penguatan ISSI terlihat saat sesi pembukaan perdagangan. ISSI dibuka menguat di level 169,043 dan terus bertahan di zona positif. Level tertinggi ISSI dicetak di angka 173,254.
Kembalinya aksi beli investor juga berdampak pada laju dua indeks saham bluechips syariah. Disokong 26 emiten yang bergerak menguat, Jakarta Islamic Index (JII) meroket hingga 21,827 poin (3,45%) ke level 654,771.
Kenaikan signifikan juga dicetak Jakarta Islamic Index 70 (JII 70) yang melesat 6,597 poin (3,13%) ke 217,417.
Lantai bursa saham juga kebanjiran dana masyarakat meski volume perdagangan sedikit menurun. Hingga sesi paska penutupan perdagangan, sebanyak 52,2 miliar saham syariah diperjualbelikan pelaku pasar dengan nilai transaksi Rp4,9 triliun.
Keputusan menaikkan suku bunga acuan BI juga disambut positif pemodal asing. Setelah 10 hari perdagangan terus melakukan aksi jual saham, pemodal asing kembali mengoleksi saham syariah dengan nett buy mencapai Rp160 miliar.
Hampir semua indeks sektoral bergerak menghijau. Indeks industri dasar meroket 3,17 persen, disusul pertambangan yang naik 2,85 persen, keuangan 2,60 persen, dan manufaktur 2,58 persen.
Hanya ada satu indeks sektoral yang bergerak melemah yaitu pertanian yang terpeleset 0,01 persen.
Harga saham UNVR menanjak Rp1.550, disusul oleh INTP sebesar Rp775, ITMG Rp450, UNTR Rp375, dan ICBP Rp325.
Sebaliknya, ada satu saham JII yang melemah, yaitu SMRA yang harganya merosot Rp15.
Sayangnya, sentimen positif belum menjalar ke pasar uang. Dolar AS justru menembus level Rp14.400. Hingga sore pukul 16.44 WIB, kurs dollar AS semakin perkasa dengan menguat 195 poin (1,37%) ke level Rp14.441 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya