Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ustaz Yusuf Mansur Menginginkan Koperasi Menjadi Investor Proyek Besar. (Foto: Kementerian Kopeasi Dan UKM)
Dream – Ustaz Yusuf Mansur optimistis koperasi keberadaan koperasi bisa mengangkat derajat orang-orang “ kecil”. Selama ini koperasi telah terbukti bisa memberdayakan ekonomi masyarakat sekitarnya.
Dengan keyakinan tersebut, Yusuf Mansur berharap peran koperasi ke depan bisa lebih besar salah satunya dengan ikut terlibat menjadi investor proyek raksasa.
Yusuf Mansur juga ingin koperasi bisa mengelola entitas yang menguasai hajat hidup orang banyak.
“ Saya membawa visi misi bagaimana DNA bangsa, diri, negeri kita coba menjadi investor. Salah satunya lewat koperasi,” kata dia di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Selasa 3 Juli 2018.
Yusuf Mansur menyebut konsep uang receh, kalau disatukan melalui koperasi, akan menjadi koperasi yang dahsyat. Sayangnya, konsep ini belum banyak dilakukan di dunia koperasi Indonesia.
“ Koperasi kita masih simpan pinjam—itu juga bisa jadi gede sekali kalau digerakkan. Tapi, saya memang agak fokus untuk kemudian membawa koperasi ke ranah investasi,” kata dia.
Kalau perlu, Yusuf Mansur mengatakan koperasi harus memiliki saham setiap produk yang digunakan secara massal.
“ Kalau bisa, koperasi bisa juga memegang saham industri fintech yang saat ini menjadi industri primadona. Kalau bisa, koperasi menjadi pemilik usaha-usaha yang menyentuh masyarakat banyak,” kata dia.
Yusuf Mansur mengatakan cara ini akan membuat masyarakat tidak dikuasai oleh kapitalis. “ Kapitalisnya adalah kapitalisasi umat di mana umat yang menjadi kapitalisnya, bukan perseorangan,” kata pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran, Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang, Banten.
Dia bertekad meletakkan dasar perintisan koperasi yang terhubung dengan aset manajemen, modal ventura, perbankan, fintech, dan payment gateway seluruh terkorelasi. “ Saya menggabungkannya dalam tubuh PayTren di mana koperasi menjadi backbone, roh, nyawa, dan sistem perjuangan di dalamnya,” kata Yusuf Mansur.
Pengguna Paytren yang dirintisnya kini sudah mencapai lebih dari 3 juta anggota. Nantinya, anggota akan memiliki SID (Single Investor Identification) sehingga terhubung dengan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
“ Mereka semua kami jadikan anggota koperasi, lalu menyatukan semua potensinya,” kata dia.
(Sah)
© Dream
Yusuf Mansur berpendapat koperasi ini ibarat makhluk yang sangat bisa dibawa ke mana saja. Kalau para pengurus dan anggotanya berpikiran besar untuk memajukan koperasi, badan ini akan menjadi tumbuh besar.
“ Jika kecil pikirannya (dan) impiannya, kecil pula gerakan dan tindakan,” kata dia.
Kalau koperasi bisa menjadi investor strategis, seperti tol, bandara, pelabuhan, dan proyek infrastruktur lainnya, hal ini akan terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat banyak.
“ Orang kecil sekarang bisa menjadi investor. Kalau sendirian, nggak akan bisa. Kalau bersama-sama melalui koperasi, itu sangat mungkin. Kita jangan cuma pakai. Dengan kelincahan koperasi, ayo, kita masuk ke dunia investasi,” kata dia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan