6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi Orang Kaya. (Foto: Shutterstock)
Dream – Credit Suisse Research Institute merilis laporan Global Wealth Report 2018. Di laporan ini, ada 183.737 jutawan di seluruh dunia. Jumlahnya tumbuh 11,2 persen dari semester I 2017 ke pertengahan tahun 2018.
Dilansir dari Nexst Shark, Rabu 24 Oktober 2018, laporan ini diambil dari hasil survei 5 miliar orang di dunia yang paling berpengaruh.
Credit Suisse juga mencatat ada negara yang luas wilayahnya kecil, tapi orang tajir melintirnya sangat banyak. Negara itu adalah Singapura.
Singapura punya 183.737 orang miliarder. Seribu orang di antaranya punya kekayaan lebih dari US$50 juta (Rp760 miliar). Jumlahnya meningkat 11,2 persen dari pertengahan 2017 ke paruh pertama 2018.
Kekayaan rata-rata orang kaya di Singappura meningkat hingga lebih dari 146 persen sejak 2005. Peningkatan kekayaan ini berasal dari tingginya simpanan, pertumbuhan harga aset, sampai nilai tukar selama 2005-2012, berdasarkan Straits Times.
Kekayaan rumah tangga di Singapura meningkat 7,4 persen menjadi US$1,3 triliun (Rp19.760,05 triliun). Aset finansialnya sebesar 55 persen dari kekayaan bruto rumah tangga. Angka ini sama dengan pendapatan per kapita orang kaya di Swiss.
Laporan ini memprediksi Singapura akan memiliki 239.640 jutawan dalam lima tahun ke depan. Jumlah orang tajir di sana akan tumbuh 5,5 persen per tahun.
Yang menarik, rata-rata utang orang-orang kaya di Singapura sebesar US$53 ribu (Rp805,6 juta). Utang ini bisa dikatakan “ moderat” bagi negara yang kekayaannya tinggi.
Credit Suisse menyebut Amerika Serikat dan Tiongkok menjadi kontributor utama penyumbang kekayaan global. Kekayaan orang kaya di Amerika Serikat bertambah US$6,3 triliun (Rp95.760,27 triliun). Total kekayaan orang-orang tajir di negara Paman Sam ini menjadi US$98 triliun (Rp1.489.604 triliun).
Harta orang kaya di Tiongkok meningkat US$2,3 triliun (Rp34.960,1 triliun). Kekayaan orang-orang kaya di Negara Tirai Bambu ini mencapai US$52 triliun (Rp790.402,27 triliun).
“ Amerika Serikat dan Tiongkok adalah pendorong kekayaan meskipun ketegangan perdagangan (kedua belah pihak) meningkat,” kata Kepala Investasi Credit Suisse untuk Asia Pasifik, John Woods.
Woods mengatakan Asia Pasifik memberikan kontribusi yang signifikan setelah kekayaan rumah tangganya naik 3 persen menjadi lebih dari US$114 triliun (Rp1.732.804 triliun).
“ Negara-negara Asia Pasifik terus memberikan kontribusi signifikan terhadap kekayaan global dengan kekayaan bersihnya. Tiongkok, Jepang, Australia, Korea, dan Taiwan menyumbang lebih dari 8,8 juta jutawan dan mewakili lebih dari 20 persen jumlah global,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
