Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Kurang Semangat Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah kurang bergairah pada perdagangan harian Bursa efek Indonesia (BEI), Selasa, 23 Oktober 2018. Sentimen negatif dari pelemahan indeks Dow Jones Amerika Serikat membuat investor malas melantai ke bursa.
Pelaku pasar juga tak mendapat angin segar dari dalam negeri yang membuat beberapa saham enggan bergerak dari posisinya.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,085 poin (0,62%) ke level 173,491. Indeks ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka menguat di level 174,391.
ISSI sempat bergerak menguat ke level tertingginya 174,745 namun tergelincir ke posisi terendah di 173,189.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup melemah 5,139 poin (0,793%) ke level 643,285. Sementara indeks JII70 beringsut 1,419 poin (0,66%) ke level 213,722.
Tanpa adanya sentimen yang cukup kuat memaksa investor melantai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali turun 42,544 poin (0,73%) ke level 5.797,891.
Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, total transaksi jual beli saham syariah mencapai Rp2,69 triliun dari 32,56 miliar lembar saham. Dana asing yang masuk ke bursa hari ini sebanyak Rp1,64 triliun.
Aksi jual tampaknya belum menjauh dari para pemodal asing. Hari ini asing mencatat nett sell senilai Rp291 miliar.
Selain industri aneka yang menguat 0,8 persen, seluruh indeks sektoral kali ini ditutup di zona negatif. Investor lebih banyak melepas sahamnya di sektor infrastruktur dan pertambangan yang melemah 2,01 persen dan 1,4 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah IBST yang harga sahamnya naik Rp925, disusul MLPT Rp200, BLTZ Rp100, HEXA Rp100, dan SMGR Rp100.
Sebaliknya, saham-saham syariah yang menjadi top loser adalah ITMG yang terkoreksi Rp600, MKPI Rp300, INTP Rp250, dan UNTR Rp250.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS kembali menguat. Kursnya naik 20 poin (0,13%) ke level Rp15.207.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya