Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Basrizal Koto (Basko) Buka-bukaan Tentang Cerita Ketika Merintis Bisnis. (Foto: Youtube Atta Halilintar)
Dream – Basrizal Koto (Basko) belum lama ini menjadi perhatian publik. Pengusaha asal Padang, Sumatera Barat, menjadi bintang tamu di channel youtube dengan subscriber terbesar di Asia Tenggara, Atta Halilintar.
Dikutip dari akun Youtube Atta Halilintar, Selasa 26 Februari 2019, Atta “ menggerebek” rumah Basko. Atta memilih pria yang disebut Babe Basko karena dia sukses menjadi pengusaha. Uniknya, Basko ini tak lulus SD.
“ Beliau orang Padang. Salah satu orang yang sukses punya mal, hotel. Yang menarik beliau tidak tamat SD, tapi punya mal, hotel, dan punya rumah besar. (Beliau juga) koleksi mobil mewah dan rumah mewah,” kata Atta.
Ketika sampai di rumahnya, Atta disambut oleh Babe Basko. Dia diajak jalan-jalan ke rumah Basko. Ternyata, rumah pria pecinta otomotif ini sangat besar.
Hunian yang dicat warna dominan putih itu punya sederet mobil mewah, seperti Ferrari 458 Spider dan Aston Martin, koleksi motor mewah misalnya Harley Davidson, serta tongkat golf yang terbuat dari emas.
Pria beranak 10 dan bercucu 14 ini juga menulis buku-buku inspiratif. Salah satunya adalah “ Dari Titik Nol Menjadi Enterpreneur Mulia: Jejak-jejak Makna Basrizal Koto”.
“ Ada buku ‘best seller’. Isinya kisah-kisah inspiratif,” kata Basko kepada Atta.
Selain tak lulus SD, Basko ternyata juga mantan kenek angkot dan penjahit. Bagaimana ceritanya?
Kepada Atta, Basko berkisah bahwa dia tidak lulus sekolah di sebuah SD di Pariaman, Sumatera Barat. Dia terkendala perekonomian.
Pada usia 11 tahun, pria ini harus merantau ke Pekanbaru, Riau untuk menjadi supir angkot.
“ Saya merintis dari awal punya rezeki,” kata dia.
Basko mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk berdagang. Selain supir angkot, dia juga pernah bekerja sebagai pedagang pasar, pedagang kaki lima, penjahit, serta penjual mobil dan motor. Kerja kerasnya mulai berbuah setelah menjadi penjahit.
“ Dari menjahit. Saya tinggal di Padang, merantau ke Pekanbaru, terus balik lagi ke Padang. Di situ umur 20 tahun. Saya jadi big boss. Tukang potong. Itu tahun 1978-1981,” kata dia.
Kemudian, Basko bisa mengumpulkan uang untuk membeli sepeda motor. Motor demi motor dia kumpulkan. Setelah uangnya cukup, pria berusia 60 tahun ini membeli Toyota Kijang seharga Rp1,8 juta.
“ Saya beli mobil harganya Rp1,8 juta. Itu Kijang. Dari jualan motor harganya Rp300 ribu—Rp400 ribu. Itu umur 20 tahun,” kata dia.
“ Wow, umur 20 tahun udah beli mobil,” kata Atta.
Persoalan muncul, Basko tak bisa mengemudi. Dia meminta penjual mobil untuk meletakkan mobil di tepi jalan besar. Pria ini belajar mobil pada pukul 22.00-23.00 sendirian dan akhirnya bisa mengemudi.
Kini, dia menikmati kesuksesan dengan membeli motor dan mobil mewah. Basko juga mengisi hari-harinya dengan bermain golf.
“ Ini, kan, sudah pensiun. Ketika aku sudah pensiun, dari kecil sudah susah. Apa yang ingin atau senang, aku beli. Menikmati kesuksesan,” kata dia.
Pria ini berprinsip pantang pulang sebelum berhasil di perantauan. Setelah sukses, Basko dipanggil pemerintah daerah setempat untuk membangun kampung halaman. Ketika itu, Padang belum punya hotel dan mall.
“ Anak motor” ini membangun hotel pertama di Padang ketika masih muda. “ Tahun 1994 umur 34 tahun, bangun hotel pertama,” kata dia.
Pengakuan ini membuat Atta terkejut. “ Buat kamu yang berumur 20 tahun, nggak ada yang nggak mungkin. Umur 34 tahun bisa bikin mall,” kata dia.
Ada satu hal yang ingin dicapai Basko. Dia ingin bisa menyaksikan cucunya menikah dan punya anak.
“ Saya ingin seperti bapak saya. Usai 90 tahun meninggal,” kata dia.
Atta pun meminta tips sukses dari Basko. Pria berusia lanjut itu memberikan wejangan agar tak mudah menyerah. Apa pun bisa dilakukan apabila ada kemauan dan kemampuan.
“ Saya tidak pernah minder dan rendah diri karena tak punya pendidikan,” kata dia.
Basko juga berpesan untuk berbakti kepada orang tua dan tak menyakiti perasaan mereka. Dia juga menekankan untuk tidak selalu berkeinginan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“ Jangan sekali-kali tamat sekolah jadi PNS. Banyak peluang kerja yang ada di luar,” kata dia.
Salah satunya, lanjut Basko, menjadi pedagang. Dengan pekerjaan ini, lapangan pekerjaan bisa dibuka.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya