Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
OJK Meresmikan Pendirian Bank Wakaf Mikro Di Papua. (Foto: OJK)
Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperluas penyediaa akses keuangan syariah untuk warga Papua. Otoritas keuangan ini meresmikan Bank Wakaf Mikro (BWM) Honai Sejahtera Papua di Jayapura, Papua.
“ Peluncuran BWM di Jayapura merupakan OJK untuk tidak hanya fokus pada pembiayaan nasabah besar atau korporasi, tetapi juga menyasar kepada penyediaan akses keuangan masyarakat kecil yang produktif,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Jayapura, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 29 April 2019.
Peresmian BWM Honai Sejahtera Papua dilakukan Wimboh dan dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, Wakil Walikota Papua, Rustan Saru, dan Pimpinan Pondok Pesantren Ya Bunayya, KH Sholeh.
Dia mengatakan, keberadaan BWM yang pertama di Jayapura bisa menyediakan akses permodalan atau pembiayaan bagi masyarakat yang belum terhubung dengan lembaga keuangan formal. Dengan begitu, perekonomian masyarakat bisa meningkat.
Menurutnya, lembaga jasa keuangan formal seperti bank memiliki keterbatasan untuk menjangkau masyarakat bawah ataupun yang berada di daerah, sehingga belum semua masyarakat bisa menggunakan layanan jasa keuangan secara optimal.
Indeks inklusi dan literasi keuangan OJK 2016 sebesar 67,8 persen dan 29,7 persen, menunjukkan masyarakat masih sulit untuk mendapatkan pinjaman karena tidak memiliki agunan untuk modal usahanya, sehingga kelompok masyarakat ini sering terjebak dalam jeratan rentenir.
“ Bank Wakaf Mikro diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang terkendala dengan agunan atau jaminan, ketika mengajukan pinjaman ke perbankan atau lembaga keuangan formal lainnya, sehingga diharapkan bisa memajukan perekonomian masyarakat,” kata Wimboh.
Skema pembiayaan melalui Bank Wakaf Mikro adalah pembiayaan tanpa bunga karena hanya dikenakan biaya administrasi 3 persen per tahun dan mudah. Dokumen administrasinya hanya berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).
Selain itu, dalam skema pembiayaan Bank Wakaf Mikro juga disediakan pelatihan dan pendampingan.
Nasabah Bank Wakaf Mikro Honai Sejahtera Papua, Wiwik, mengatakan dirinya merasakan manfaat yang besar dengan pembiayaan dari BWM. Wiwik mengaku usaha kue kering dan gado-gado terbantu dengan adanya BWM.
Sejak pertama kali didirikan akhir 2017, hingga akhir Februari 2019, sudah 43 Bank Wakaf Mikro yang terdaftar di OJK. Lembaga keuangan mikro ini telah menyalurkan pembiayaan kumulatif ke 13.552 nasabah dengan total pembiayaan sebesar Rp16,4 miliar. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya