Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Belanja. (Foto: Shutterstock)
Dream – Beberapa penelitian terbaru menunjukkan ada beragam faktor yang bisa berpengaruh terhadap perilaku belanja seseorang. Salah satunya adalah rasa lelah.
Dilansir dari Liputan6.com, Senin 1 September 2018, ada penelitian neurosains yang menunjukka kelelahan mental bisa membuat seseorang untuk belanja implusif (spontan).
Kelelaham mental bisa diakibatkan karena berada di kantor atau bekerja sepanjang hari. Kelelahan bisa mematikan area otak yang bertugas untuk mengevaluasi keputusan.
Dengan kata lain, orang yang belanja setelah jam kerja mungkin tak akan membuat keputusan terbaik. Para peneliti melihat adanya kaitan antara kelelahan harian setelah bekerja dengan kontrol diri saat belanja.
Ketika area otak yang disebut lateral prefrontal cortex (LPFC) tidak bekerja dengan kecepatan penuh, seseorang menjadi lebih irasional dengan pilihannya. Waktu yang diperlukan seseorang untuk menjadi impulsif adalah 6-8 jam kerja dalam sehari atau lebih.
Penemuan ini menunjukkan kelelahan saraf berfokus secara alami dan menginduksi situasi kehidupan nyata dan memiliki dampak penting pada keputusan ekonomi.
Jika tak mau terkena belanja impulsif akibat kelelahan, solusinya adalah beristirahat setelah melalui hari kerja yang panjang. Tujuannya untuk menghindari sikap impulsif ketika berbelanja.
Atau, kamu bisa menekan keinginan untuk belanja setelah bekerja. Kamu juga bisa menunggu akhir pekan atau keesokan harinya.
Cobalah untuk selalu menunggu beberapa hari. Periksa lagi apakah keinginan untuk belanja itu hanya sekilas atau ide yang baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa seseorang akan menjadi 10 persen lebih impulsif setelah 6 jam bekerja.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Annisa Wulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya