Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto (Foto: Liputan6.com)
Dream - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Supamanto mengatakan, perdagangan secara elektronik atau e-commerce merupakan solusi dalam mengoptimalkan perdagangan di tengah pandemi Covid-19.
" Kami menyadari e-commerce merupakan salah satu solusi mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19. Kami mendukung kegiatan e-commerce sebagai solusi agar pedagang bisa meningkatkan pendapatan dan penjualan tanpa harus bergerak secara fisik," kata Mendag dalam acara virtual 'Peran E-Commerce Jaga Roda Ekonomi di Tengah Pandemi', Selasa, 1 September 2020.
Mendag Agus menuturkan pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali sektor perdagangan yang merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kemendag memberikan dukungan khusus terhadap perkembangan e-commerce dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, memfasiliasti promosi produk dalam negeri, menyiapkan database UMKM serta berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, asosiasi dan komunitas.
" Kami mengharapkan para e-commerce juga dapat mendukung program pemerintah dengan memberikan ruang bagi produk dalam negeri, mengutamakan perdagangan produk dalam negeri serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM dan berkolaborasi dengan kementerian/lembaga, asosiasi dan komunitas," jelas Mendag Agus.
Lebih lanjut, Mendag menuturkan telah memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dengan memberikan bekal teknis dan pengetahuan desain kemasan agar produk dalam negeri bisa naik kelas.
" Hingga saat ini, telah tercatat 1.564 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan dan akan terus meningkat jumlahnya," kata Mendag.
Agus juga mendorongan pelaku UMKM untuk segera memanfaatkan platform e-commerce guna meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.
Selama ini sektor UMKM telah berkontribusi 61 persen terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Nilai ekspor dari produk UMKM ditaksir mencapai Rp293,83 triliun atau 14,7 persen dari total ekspor non miga nasional.
UMKM juga menjadi rumah bagi 64 juta usaha yang menyerap lebih dari 120 juta tenaga kerja.
" Sekarang kita harus bergerak di era digital, kenapa digital? Karena ke depan yang mendorong perekonomian itu teknologi, dan pandemi Covid-19 mengakibatkan percepatan penggunaan teknologi terutama e-commerce," tutup Mendag.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya