Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Tentara Prancis Menjaga Menara Eifel (Independent.co.uk)
Dream - Keputusan Facebook mengaktifkan aplikasi Safety Check usai teror Paris, sangat membantu warga Prancis mengetahui kondisi teman dan keluarganya. Lebih dari 4,1 juta orang menggunakan fasilitas tersebut.
Di saat banyak orang terbantu dengan perangkat komunikasi penting tersebut, Facebook juga menerima kritikan.
Perusahaan milik miliarder muda, Mark Zuckerberg ini justru tak mengaktifkan layanan ini saat tragedi lain berlangsung. Sehari sebelum teror Paris, sebuah bom meledak di Beirut, Libanon.
Tak pelak kebijakan Facebook pun memicu prasangka adanya perbedaan perlakuan terhadap korban teror di Eropa dan Timur Tengah.

Mengutip laman Businessinsider, Selasa, 17 November 2015, kritikan ini mencuat setelah sebuah postingan berjudul From BeirutL This is Paris: In a Wirld That Doesn't Care About Arab Lives, dari seorang doktor Libanon bernama Ele Fares muncul.
" Ketika warga kami meninggal. Tak ada negara yang peduli untuk menandai tanah ini dalam bendera mereka. Bahkan Facebook tak peduli untuk memastikan setiap warganya ditandai selamat. Jadi ini pesan untuk safety check Facebook: Kami, untuk saat ini, selamat dari serangan teroris di Beirut," posting Fares dalam akunnya.
Tak disangkat, kritikan fares tersebut didengar pendiri Facebook, Zuckerbeg. Tak mau masalah menjadi meluas, Zuckerberg pun langsung mengeluarkan jawaban dalam postingannya.
" Banyak orang bertanya mengapa kami menyalakan Safety Check untuk paris namun tidak pada pemboman di Beirut dan tempat lain," kata Zuckerberg.
" Hingga kemarin, kebijakan kami adalah hanya menyalakan layanan Safety Check untuk bencana alam. Kami baru saja mengubahnya dan kini berencana mengaktifkan safety check untuk bencana kemanusian," kata Zuckerberg.
Selama ini, layanan Safety Check baru lima kali dinyalakan sejak muncul pertama pada Oktober 2014. Sebagian besar dipicu bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.
" Terima kasih untuk semua orang yang telah bertanya dan peduli tentang hal ini," kata Zuckerbeg. " Anda benar bahwa banyak konflik di dunia yang penting mendapatkan perhatian. Kami peduli dengan semua orang tanpa membedakan, dan kami berupaya keras untuk membantu semua orang menghadapi situasi semacam ini sepajang kami mampu."
Sementara petinggi Facebook lainnya, Alez Schultz menambahkan, layanan Safety Check yang saat ini diberikan Facebook memang tak terlalu banyak membantu orang.
" Alasannya, tak ada yang tahu pasti awal dan akhir dari tujuan ini dan sayangnya kami tak bisa memastikan apakah orang tersebut benar-benar aman," dalih Alex.
Namun Facebook berjanji akan berupaya untuk memahami cara kerja dari aplikasi pengecek keselamatan orang.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

