7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Di masa depan, robot akan menggantikan banyak peran manusia. Seiring perkembangan teknologi, robot bisa mengambil alih pekerjaan manusia, seperti mematikan AC dan menghidupkan lampu kamar.
Tapi, ada satu yang tidak bisa digantikan oleh robot, yaitu kemanusiaan.
“ Teknologi boleh datang. Yang tidak bisa digantikan adalah interaksi manusia, love. Robot tidak punya cinta, empati, dan passion,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam acara “ Learning Innovation Summit 2018” di Jakarta, Kamis 15 Maret 2018.
Sri Mulyani mengatakan perkembangan teknologi bisa memudahkan aktivitas manusia. Bahkan, ke depan, semakin banyak aktivitas yang bisa dikerjakan tanpa manusia.
“ Ini kami bicara yang disebut dengan smart. Kalau kita ngantuk, lampunya redup sendiri. Kalau sudah gerah, AC naik sendiri. Kita akan hidup dengan teknologi,” kata dia.
Mantan pejabat Bank Dunia ini juga berbicara tentang pendidikan. Sri Mulyani mengatakan pendidikan yang dienyam manusia selama 15 tahun dari Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi sudah tak sesuai dengan kondisi yang ada. Akhirnya, robot yang mengambil peran yang dikerjakan manusia.
“ Robot atau artificial intelligence itu hebat, kalau bicara tenaga kerja untuk motong sepatu, lem sepatu, motong baju itu adalah kerjaan yang mudah digantikan robot,” kata dia.
Sekadar informasi, studi yang digarap McKinsey Global Institute menyebutkan ada 800 juta pekerja di dunia yang akan kehilangan pekerjaannya pada 2030 dan akan digantikan oleh robot automatisasi.
Riset yang dilakukan di 46 negara dan 800 jenis pekerjaan, menemukan seperlima angkatan kerja global akan terpengaruh adanya automatisasi.
(Sah/Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?