Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Model Wisata Yang Akan Berkembang Pesat Pascapandemi
Dream - Desa Wisata diperkirakan akan menjadi model traveling yang bakal banyak dicari pelancong seirin perubahan tren wisata pascapademi. Munculnya wabah Covid-19 membuat wisawatan memilih destinasi yang mengedepankan rasa aman, nyaman, bersih, sehat, dan seiring keberlanjutan lingkungan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kepala Barekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bahkan menyematkan status Desa Wisata sebagai pandemic winner.
“ Program ini dapat menjadi bukti yang jelas bahwa parekraf siap untuk bangkit kembali,” ujar Sandiaga dikutip sat meninjaau Desa Wisata Lerep, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), baru-baru ini.
Menurut Sandiaga, perkembangan pariwisata pasca pandemi akan tersegmentasi ke dalam beberapa kategori. Di antaranya wisata yang lebih personalize ditandai wisatawan lebih memilih jenis pariwisata pribadi atau hanya dalam lingkup keluarga; customize yaitu berwisata dengan pilihan minat khusus seperti wisata berbasis alam.
Segmentasi wisata pascapandemi lainnya adalah localize yaitu memilih destinasi yang jaraknya tidak terlalu jauh serta dan smaller in size atau pariwisata dengan jumlah pengunjung di setiap destinasi wisata yang tidak terlalu masif.
Semua konsep segmentasi tersebut, ujar Sandiaga, sangat cocok dan dapat diterapkan di desa wisata.
“ Saya yakin pascapandemi kunjungan ke desa wisata akan meningkat,” ujarnya.
Melihat peluang tersebut, Menparekraf mendorong pengelola desa wisata untuk terus mempersiapkan diri dalam meningkatkan kapasitas terutama dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.
Sandiaga menilai, Desa Wisata Lerep yang berada di Kecamatan Ungaran Barat dapat menjadi contoh dalam pengembangan konsep tersebut ke depan. Sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan, desa wisata ini telah tersertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan oleh Kemenparekraf/Baparekraf.
Kemenparekraf, lanjutnya, akan terus memberi pendampingan seperti peningkatan kapasitas SDM termasuk pendampingan dalam menciptakan paket wisata dengan menghadirkan travel pattern yang akan memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan serta meningkatkan lama tinggal.
" Termasuk pendekatan big data dengan penggunaan media sosial untuk menangkap minat dari masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata,” ujarnya.(sah)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya