4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
© 2019 Https://www.dream.co.id
Dream - Pada masa pandemi Covid-19, perekonomian di sebuah keluarga semakin sulit. Masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dituntut untuk berpikir lebih keras demi menghemat pengeluaran dan mengatur keuangan lebih cermat ketika berbelanja.
Financial Planner Prita Ghozie mengatakan perencanaan belanja di tengah pandemi sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap keluarga. Di masa penuh tantangan ini masyarakat akan mendapat pengeluaran tambahan untuk perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan kebutuhan lainnya.
Mumpung masih awal tahun, Prita mengingatkan masyarakat untuk menjadi seorang smart shopper ketika ingin memenuhi kebutuhan keluarganya. , pada tahun 2022 konsumen harus belajar untuk menjadi smart shopper dengan menghitung pengeluaran yang seksama.
“ Memilih barang berkualitas tapi tetap terjangkau bisa dijadikan pilihan yang paling bijaksana karena selain hemat, konsumen mendapatkan produk berkualitas serta masih mempunyai sisa dana yang dapat disisihkan untuk kebutuhan lain,” ujar Prita dalam acara konferensi pers MR.DIY, Rabu, 19 Januari 2022.
Dalam kesempatan tersebut, Prita sempat memberikan tiga tips untuk memulai sikap belanja hemat dan pintar di masa pandemi ini:
1. Selalu membuat anggaran rumah tangga agar pemasukan dan pengeluaran seimbang.
2.Berbelanja menggunakan checklist agar lebih terencana dan tidak ada pembelian yang tidak memiliki manfaat.
3. Menerapkan good money habit yaitu mengutamakan manfaat dibandingkan harga murah semata. Dengan demikian, prioritasnya adalah mencari produk yang bermanfaat, berkualitas, lalu didukung oleh harga yang hemat.
Sementara itu Presiden Direktur MR.DIY Indonesia Cyril Noerhadi mengatakan perusahaannya selalu berusaha memberikan akses beragam produk berkualitas dengan harga hemat untuk keluarga Indonesia.
MR.DIY Indonesia saat ini mempunyai lebih dari 18.000 jenis produk berkualitas untuk kebutuhan rumah tangga mulai dari kebutuhan sekolah, peralatan rumah tangga, otomotif, perkakas, elektronik sampai perhiasan dan kosmetik. Sementara jaringan MR.DIY sudah memiliki lebih dari 320 toko di seluruh Indonesia.
Dengan semakin banyaknya toko MR.DIY Indonesia yang dibuka, Cyril berharap dapat membantu membuka lapangan kerja yang lebih banyak untuk masyarakat Indonesia dan mendukung pemulihan sektor ekonomi akibat pandemi.
Perubahan di sektor ekonomi diakui telah memberi dampak pemulihan transaksi belanja dikarenakan peningkatan daya beli para konsumen yang menjadikan kebutuhan sehari-hari serta kebutuhan anak menjadi dua prioritas teratas.
“ MR.DIY Indonesia didirikan dengan konsep ‘Always Low Prices’ artinya setiap produk berkualitas yang ditawarkan selalu memiliki harga hemat setiap hari tanpa perlu menunggu diskon. Selain itu, tidak ada perbedaan harga antar toko manapun yang tersebar di penjuru nusantara” tambah Chief Operating Officer MR.DIY Indonesia Sanny Hartono.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
