5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Salah Satu Bank Di Mesir
Dream - Tak ingin ketinggalan dengan tetangganya, sejumlah pemerintah negara di kawasan Timur Tengah berlomba-lomba membentuk dewan syariah nasional. Lembaga ini diharapkan bisa menjawab pertumbuhan keuangan syariah yang makin meningkat.
Mengutip laman Alarabiya.net, Jumat, 6 Februari 2015, Bank Sentral Bahrain dilaporkan sedang menggodok draft payung hukum pembentukan dewan syariah nasional. Dewan baru ini bertugas mengawasi sektor ekonomi syariah negara tersebut.
Keputusan tersebut merupakan langkah maju yang dipercaya bisa membantu Bahrain bersaing di pasar syariah regional.
Bank Sentral Bahrain sebenarnya telah memiliki dewan syariah sendiri. Namun perannya baru terbatas pada pengawasan produk lokal. Bahrain mengakui membutuhkan pendekatan tingkat nasional yang saat ini masih jarang dilakukan negara-negara Teluk.
Dengan membuat dewan syariah tingkat nasional diharapkan bisa membatasi perbedaan di antara produk syariah, mempercepat pembuatan produk baru dan meningkatkan kepercayaan investor.
" Sebuah draft payung hukum tengah disiapkan untuk mengatur pembentukan dewan syariah nasional," kata Khalid Hamad, Direktur Eksekutif Bank Sentral Bahrain kepada Reuters. Namun Khalid tidak menyebutkan kapan draft tersebut akan selesai dan diumumkan.
Sementara itu, Bank Sentral Oman telah membentuk dewan syariah nasional pada akhir Oktober tahun lalu. Namun, tidak seperti Oman, Bahrain menempatkan dirinya sebagai pusat keuangan regional, yang memiliki keterkaitan dengan lembaga-lembaga keuangan di Arab Saudi dan Kuwait.
" Ini (pembentukan dewan syariah nasional) akan mempromosikan keunggulan kami, sehingga produk-produk kami menjadi terlihat lebih menarik," kata Najla Al Shirawi, CEO perusahaan investasi SICO Bahrain.
Bank syariah di kawasan Teluk cenderung memiliki dewan syariah sendiri-sendiri untuk menentukan apakah produk mereka sesuai dengan prinsip ekonomi Islam atau tidak.
Pendekatan ini terbukti populer bagi bank syariah yang mengembangkan produk mereka sendiri. Namun seiring makin majunya industri syariah, perhatian bergeser untuk memfasilitasi volume transaksi yang efektif dan efisien secara finansial.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?