Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Wakaf adalah salah satu amalan sunah dalam Islam. Wakaf sendiri bisa diartikan menahan harta baik berupa bangunan, tanah, maupun uang, kemudian dimanfaatkanya untuk kesejahteraan umat.
Setiap muslim dapat berwakaf dan amalan ini bisa dimulai tanpa harus menunggu harta terkumpul dulu. Wakaf bisa dilakukan dengan berapapun nilai harta yang diinginkan.
" Wakaf ternyata memiliki efek yang lebih bagus jika dikelola secara produktif dan memiliki dampak pada ekonomi seperti wakaf produktif,” ujar Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya, saat menjadi bintang tamu program rutin Ngobrol Bareng Siang-siang (Ngobras) Dream via Instagram Live @dreamcoid, Rabu 24 Juli 2020.
Tidak perlu memikirkan banyaknya harta yang akan diwakafkan namun lebih memikirkan tujuan wakaf itu sendiri. Wakaf juga bisa dijalankan sejak usia muda selama sudah baligh.
Wakaf sendiri terdiri dari beberapa macam seperti wakaf sosial, wakaf produktif, dan juga wakaf uang. Mungkin masyarakat Indonesia lebih akrab dengan wakaf sosial berupa wakaf tanah, wakaf madrasah, serta wakaf Alquran.
Sedangkan wakaf produktif merupakan sebuah skema pengelolaan donasi wakaf dari umat. Yaitu dengan memproduktifkan donasi tersebut hingga menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan dan bisa dimanfaatkan untuk umat.
Rama menjelaskan contoh dari wakaf produktif adalah minimarket yang dikelola Baitul Wakaf berlokasi di Surabaya. Dalam satu bulan, minimarket tersebut mampu mendapatkan penghasilan sebesar Rp80 juta.
Penghasilan yang didapatkan oleh minimarket wakaf tersebut akan dikurangi biaya operasional terlebih dulu. Kemudian baru sisanya diberikan kepada penerima wakaf atau biasa disebut Mauquf 'Alaih.
Mauquf 'Alaih terdiri dari siapa saja pihak, baik orang maupun lembaga yang membutuhkan. Mulai dari pesantren, orang tidak mampu dan lainnya.
Banyak yang masih memahami wakaf merupakan amalan yang tata caranya sama seperti zakat. Terkait pemahaman ini, Rama mengatakan wakaf berbeda dengan zakat.
" Zakat, dana dihimpun lalu langsung disalurkan dan selesai. Sedangkan Wakaf, dana dihimpun, diproduktifkan jadi usaha seperti minimarket, pertanian, dan lainnya, hasilnya baru bisa disalurkan,” kata Rama.
Lihat postingan ini di Instagram
(Laporan: Shania Suha Marwa)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya